PT BA

Kenaikan Harga Minyak Dunia Pengaruhi Biaya Produksi PT BA

Jakarta, Ruangenergi.comPT Bukit Asam, Tbk (PT BA) menyebut kenaikan harga minyak dunia sangat berpengaruh terhadap biaya produksi Perseroan.

Corporate Secretary PTBA, Apollonius Andwie, mengatakan, secara umum, dampak kenaikan harga minyak dunia tetap ada dan berpengaruh terhadap biaya produksi PTBA. Namun tidak secara signifikan mempengaruhi bisnis pertambangan PTBA.

“Fluktuasi dan kenaikan beberapa item biaya produksi tentunya sudah masuk ke dalam perhitungan perencanaan produksi PTBA untuk menjalankan bisnis operasional perusahaan secara optimal,” katanya kepada Ruangenergi.com, (26/02).

Meski demikian, Perseroan telah memiliki strategi dalam menghadapi kenaikan harga minyak duni.

“Efisiensi berkelanjutan di setiap sektor dan operasional penambangan yang efektif dan efisien merupakan strategi PTBA untuk menghadapi kenaikan harga minyak,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Apollonius, dengan mengoptimalkan alat penambangan dan penunjangnya yang berbasis lisrik, ini mampu menekan pengaruh dari kenaikan harga minyak.

“Kami memiliki PLTU sendiri yang menyokong operasional tambang kami. Ini merupakan inovasi yang sudah sejak lama dilakukan dan akan terus berkembang agar ketergantungan terhadap BBM dapat dikurangi,” tukasnya.

Dalam data yang dihimpun Ruangenergi.com, PTBA mensuplai batubara untuk kebutuhan PLN Group sebanyak 30 juta ton per tahun (secara bertahap) selama 15 tahun dengan term Franco Train Loading Station (TLS) Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).

BACA JUGA  Pekan Ini Harga Batu Bara Diprediksi Masih Suram

Di mana, cadangan yang dimiliki PT BA dalam IUP Bangko Tengah sebesar 850 juta ton. Alokasi untuk PLTU Sumsel 8 dan Hilirisasi sebesar 365 juta ton.

Cadangan yabg bisa dialokasikan untuk PLN sebesar 485 juta ton. Supply batubara ke PLN setiap tahunnya sebesar 30 juta ton.

Angkutan batubara dari TLS Tanjung Enim langsung diangkut ke Pelabuhan Tarahan menggunakan Kereta Api dengan kontrak angkutan kereta api langsung dengan PLN.

Kerjasama ini memanfaatkan cadangan batubara GAR 4.200 PT BA sebesar sekitar 450 juta ton di lokasi tambang Banko Tengah.

Selanjutnya, perhitungan harga jual yang dilakukan oleh PT BA menggunakan Kepmen ESDM nomor 7424 K/30/MEM/2016 tentang Patokan Besaran Komponen Biaya Produksi untuk Perhitungan Harga Dasar Batubara untuk Pembangkit Listrik Mulut Tambang dan Kepmen ESDM 255.K/30/MEM/2020 tentang pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri tahun 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *