Listrik Gratis Tiga Bulan, Sri Mulyani: Anggaran Diambil dari APBN 2020


Jakarta, Ruangenergi.com – Guna memberikan listrik gratis terhadap 24 juta pelanggan 450 volt ampere (VA) dan diskon tarif listrik 50% bagi 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi masing-masing selama tiga bulan ke depan, pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,5 triliun.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, anggaran sebesar itu masuk dalam total pembiayaan dari APBN 2020 untuk penanganan wabah COVID-19 yang mencapai Rp405,1 triliun.
“Alokasi anggaran tersebut merupakan bagian dari Tambahan Belanja dan Pembiayaan APBN 2020 untuk jaring pengaman sosial dalam rangka penanganan Dampak Covid-19 yang totalnya Rp110 triliun,” ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (01/4).
“Kita berharap, kebijakan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemi global Covid-19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian,” tambah dia.
Sementara Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana memastikan subsidi sebesar Rp3,5 triliun tersebut akan dibayar penuh oleh pemerintah melalui belanja subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 
Namun, ia tak memungkiri subsidi yang diberikan kepada masyarakat rentan tersebut berdampak pada arus kas PLN. “Antisipasi ada, yang pasti PLN tidak rugi, yang Rp3,5 triliun itu akan diganti APBN,” ujarnya lewat video conference, Rabu (1/4).
Bagi PLN, sambung Rida, pemasukan dari pemakaian listrik yang disubsidi akan tertunda karena pemerintah biasanya perlu waktu untuk mencairkan anggaran. Ia juga tak merinci kapan dana tersebut akan dibayarkan kepada perusahaan pelat merah itu.
“Kami tentu saja sebelum mengeluarkan paket ini sudah berbicara dan berkoordinasi (dengan PLN) termasuk mekanismenya dan lain-lain,” jelasnya.
Sebagai gambaran, pembebasan tarif listrik diberlakukan untuk sekitar 24 juta pelanggan rumah tangga golongan 400 Volt Ampere (VA). Rata-rata konsumsi golongan ini sekitar 85,25 kWh per bulan per pelanggan dengan biaya Rp36 ribu per bulan.
Sementara, diskon tarif 50 persen diberikan kepada 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA subsidi. Adapun rata-rata konsumsinya 104,27 kWh per bulan per pelanggan dengan biaya sekitar Rp60 ribu per bulan. Artinya, pelanggan golongan ini disubsidi sekitar Rp30 ribu per bulan.
Berdasarkan perhitungan sementara, pemerintah setidaknya perlu mengeluarkan Rp1,1 triliun per bulan untuk membantu beban listrik warga yang kurang mampu itu.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyatakan kesiapan perseroan untuk menjalankan amanat tersebut. Keringanan listrik berlaku mulai April hingga Mei 2020.
“Pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi di PLN ada dua jenis, yakni yang memakai kWh meter pascabayar dan prabayar atau menggunakan token. Untuk yang pascabayar, tidak ada masalah, karena pembebasan tagihan akan diterima pelanggan pada setiap periode pembayaran.Sementara untuk pelanggan pra bayar akan diberikan token gratis sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian tiga bulan terakhir,” tutup Zulkifli.(Red)

BACA JUGA  PLN Sambungkan Listrik ke Dusun Lome Sulsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *