Medan, Sumut, ruangenergi.com– Bencana alam yang menghantam wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini bukan sekadar statistik kerusakan infrastruktur. Di balik reruntuhan, terdapat kisah kehilangan dan kebutuhan mendesak yang menyayat hati.
Merespons panggilan kemanusiaan ini, serta sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan, Holding Industri Pertambangan MIND ID bergerak cepat, mengubah empati menjadi aksi nyata.
Tidak berjalan sendiri, MIND ID merangkul seluruh kekuatan raksasa tambang di bawah naungannya—PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, hingga PT Vale Indonesia Tbk. Mereka bersatu padu menurunkan pasukan elit kemanusiaan mereka, Emergency Response Group (ERG), langsung ke jantung wilayah terdampak.
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan bahwa kehadiran tim ini membawa misi yang lebih dari sekadar tugas korporasi; ini adalah misi persaudaraan.
“Tim ini bertugas menyalurkan bantuan logistik serta mendukung kebutuhan darurat masyarakat,” ujar Pria dalam keterangannya.
Bantuan yang mengalir ke Sumatera bukan hanya berasal dari kas perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di dalamnya, terkandung kepedulian personal dari ribuan karyawan yang tergabung sebagai “Insan MIND ID”. Mereka menggalang donasi, menyisihkan sebagian rezeki sebagai bentuk solidaritas yang tulus.
Bantuan tersebut dirancang untuk menyentuh kebutuhan paling mendasar para penyintas. Mulai dari pangan pokok untuk menyambung hidup, obat-obatan dan vitamin untuk menjaga kesehatan, hingga kebutuhan spesifik seperti susu bayi, popok, alas tidur, dan perlengkapan kebersihan.
“Seluruh bantuan disalurkan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” tambah Pria. Ia menekankan bahwa bencana ini adalah duka bersama seluruh rakyat Indonesia, dan kehadiran MIND ID adalah upaya untuk membasuh luka tersebut.
Dalam menyalurkan bantuan, MIND ID tidak sekadar “menjatuhkan barang” lalu pergi. Mereka menerapkan strategi kolaboratif dengan menggandeng pemuda dan relawan lokal. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap paket bantuan sampai ke tangan yang tepat dengan cepat, sekaligus memberdayakan elemen masyarakat setempat.
Menurut Pria, pelibatan pemuda daerah ini sejalan dengan komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Sinergi antara korporasi besar dan semangat pemuda lokal inilah yang menjadi kunci efektivitas penanganan bencana.
“Melalui bantuan logistik, layanan kesehatan, dan kehadiran tim tanggap bencana, kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kami di Sumatera. Semoga kondisi segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas,” harap Pria.
Di tengah masa sulit ini, MIND ID menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga mengawal hingga masa depan kembali tertata.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan, serta tetap konsisten mendukung pembangunan masa depan Sumatera,” pungkasnya.













