Nicke Widyawati : Tidak Sanggup Kami Jika Diminta Tambah Hari Cadangan BBM

Jakarta,ruangenergi.comDirektur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menegaskan strategic fuel reserve ini memang dikelola oleh negara.

Itu sebabnya Nicke meminta hal tersebut menjadi agenda pembahasan di Komisi VII DPR-RI.

“Kalau kami sekarang dengan 21 hari saja dengan harga sekarang, itu bebannya senilai US$6,7 milyar. Jadi untuk memaintenance cadangan 21 hari, cadangan operasinya Pertamina ini dananya, idle money kita harus US$6,7 milyar Ibu/Bapak,” kata Nicke di Komisi VII DPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Dirut PT Pertamina (Persero), terkait: 1. Penjelasan tentang ketahanan BBM 2. Penjelasan kinerja Pertamina Hulu 3. Persiapan kilang menghadapi lebaran 4. Progres GRR Tuban 5. Lain-lain Rabu, 6 April 2022.

Nicke mengingatkan jika cadangan hari bbm ditambah, maka dihitung saja beban biaya yang akan dikeluarkan perusahaan milik negara tersebut.

“Kami berhitung,untuk menambahkan ke 30 hari saja itu nambah lagi US$3 milyar. Tidak sanggup kami,” tutur Nicke dengan intonasi tegas.

Nicke meminta mengenai cadangan harus ada kebijakan dan alokasi untuk strategic fuel reserve yang bisa untuk menambah ketahanan energi nasional. Yang ada di Pertamina sebagai badan usaha adalah cadangan operasi.

“Dan menurut kami dengan sistem distribusi yang ada cadangan operasi yang ada 21 hari, sudah cukup untuk menjaga pasokan bbm dan juga elpiji,” imbuh Nicke.

Crack Spread

Dihadapan anggota Komisi VII DPR-RI, Nicke menjelaskan tentang penetapan harga produk itu ada yang namanya crack spread, dimana selisih antara harga crude dengan harga produk.

“Di masa yang normal crack spread itu berkisar US$6 hingga US$8. Bapak/Ibu hari ini berapa crack spread nya? Pernah mencapai US$51.Jadi artinya, hari ini  dan dalam kondisi seperti ini supply demand gasoline dan gasoil ini defisit, maka kebijakan terbaik adalah mengoptimalkan produksi kilang.Karena kita sebetulnya kalau dibandingkan dengan pasar, lebih murah ongkos produksinya.Hari ini yang membuat bbm itu mahal kenapa?  Karena 92% dari ongkos produksi bbm itu harga crude. Nah harga crude meningkatnya luar biasa. Kalau tahun lalu itu US$60, makanya di APBN kita menetapkan asumsi US$63 per barel.Maka hari ini tadi saya browsing US$118 per barel.Jadi kenaikkannya hampir dua kali lipat. Malah tanggal 25 Maret itu naik menjadi US$124 per barel,” papar Nicke.

Termurah di Dunia

Nicke dalam kesempatan itu menegaskan bahwa BBM Indonesia termasuk yang termurah di dunia. Dan untuk itu Pemerintah Indonesia mensubsidinya luar biasa besar.

“Kalau kita lihat di UK (Inggris/United Kingdom) senilai Pertamax Turbo (RON 98) itu nilainya setara Rp44.500 per liter. Lihat di negara lain,semua (harga bbm) sudah naik. Di kita (Indonesia) kenaikkan tidak terlalu besar, kenapa ya karena disubsidi.Untuk solar itu per liter disubdisi Rp7.800. Untuk Pertalite,subsidinya itu Rp4.000 sampai Rp4.500 per liter.Pertalite,padahal itu penugasan. Pertamax, nah ini yang agak..yang menaikkan RON 92 itu bukan Pertamina saja, tapi seluruh perusahaan (kompetitor Pertamina). Di Indonesia, perusahaan lain harganya Rp16.000, Pertamina naiknya Rp12.500, dan untuk itu Pertamina mensubsidi Rp3.500 per liter. Karena kita BUMN.Kita memahami kesulitan masyarakat.Tetapi tidak bisa juga menanggung seluruhnya, karena Pertamina itu Badan Usaha.Semua mengharapkan Pertamina untungkan?  Ada deviden. Jadi mohon dipahami,” pinta Nicke dihadapan anggota DPR dari Komisi VII tersebut.

Nicke heran, perusahaan kompetitor naik (harga bbm) Rp16.000 tidak ada yang ribut. Padahal sama loh menjual RON 92.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *