Bojonegoro, ruangenergi.com – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, melalui program Biru Langit Jambaran-Tiung Biru melalui Agrosilvopastura yang merupakan salah satu Program Pelibatan & Pengembangan Masyarakat (PPM), menggelar Panen Raya Pertanian Hortikultura di Kawasan Petak 52-A1, BKPH Celangap, Bojonegoro, Jawa Timur pada hari Jumat, 22 Agustus 2025.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi metode pertanian Agrosilvopastura yang menggabungkan tiga komponen utama: pertanian (agro), kehutanan (silvo), dan peternakan (pastura) dalam satu unit pengelolaan, yang dimana melalui program ini, para petani hutan berhasil memanen sekitar lima ton semangka dengan valuasi ekonomi mencapai Rp 30 juta.
Panen Raya yang berlangsung sangat meriah ini dihadiri oleh Jajaran Manajemen PEPC, KPH Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup, Cabang Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Muspika Ngasem, Pemerintah Desa dan Lembaga Masyarakat Desa Ngasem, Pengusaha Agroindustri, serta stakeholders lainnya. Keberhasilan panen ini, menjadi capaian dari kolaborasi yang baik antara Industri Hulu Migas dengan masyarakat sekitar dan para pihak dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
Manager CommRel & CID PEPC, Rahmat Drajat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kepuasannya.
“Keberhasilan panen raya hari ini adalah bukti nyata dari kolaborasi lengkap antara industri dan masyarakat sekitar. Program ini tidak hanya bertujuan untuk merawat dan memulihkan lingkungan melalui sistem Agrosilvopastura, tetapi yang terpenting adalah memberikan dampak langsung dengan tumbuhnya simpul-simpul ekonomi baru di tengah masyarakat,” terangnya.
Rahmat menambahkan, sinergi seperti ini menciptakan harmoni yang pada gilirannya sangat mendukung kelancaran operasi perusahaan dalam memenuhi amanat pemerintah Indonesia untuk menyediakan dan menjaga ketahan energi nasional.
Keberhasilan panen ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang oleh tim lapangan. Masa tanam yang dimulai dua bulan sebelumnya sengaja dipersiapkan agar puncak panen jatuh pada musim kemarau, dengan memanfaatkan sistem pengairan yang ditenagai listrik tenaga surya sebagai sumber energi ramah lingkungan. Strategi ini terbukti efektif untuk menghasilkan buah semangka dengan berat rata-rata mencapai 4 hingga 5kg per buah dan tingkat kemanisan yang optimal.
Untuk memastikan keberlanjutan program, pengelola juga telah memfasilitasi para petani penggarap lahan hutan dengan pelaku agroindustri untuk menyerap hasil produksi hortikultura, sehingga hasil panen dapat terserap oleh pasar dengan harga terbaik. Hal ini memberikan kepastian dan keamanan potensi pasar bagi para petani penggarap lahan hutan.
Perwakilan dari pemerintah daerah Bojonegoro yang hadir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas program pemberdayaan masyarakat ini. Mereka berharap inisiatif seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain, karena terbukti memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Ketua IDFoS, Joko Hadi Purnomo sebagai mitra pelaksana program yang mendampingi anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan Koperasi Ngasem Maju Sejahtera penggarap lahan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan sejak 5 tahun terakhir hingga saat ini masyarakat memperoleh manfaat nyata dari segi ekonomi nya melalui pertanian “Syukur dengan program ini kita benar-benar dapat merasakan hasil dari usaha bersama ini di sekitar wilayah operasi,”ujarannya,
Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru yang mengintegrasikan aspek sumber mata pencaharian masyarakat dengan kelestarian lingkungan hutan serta penggunaan energi ramah lingkungan ini merupakan salah satu wujud komitmen PEPC dalam mendukung upaya dekarbonisasi menuju net zero emission. Harapannya masyarakat tetap dapat mengakses sumber mata pencaharian melalui pemanfaatan lahan hutan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru merupakan salah satu program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM) pilar lingkungan yang merupakan komitmen berkelanjutan PEPC Zona 12 dalam menjalankan operasionalnya yang bertanggung jawab, berwawasan lingkungan, dan selalu bersinergi dengan masyarakat untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Dengan berjalannya harmoni ini, dapat mendukung kelancaran operasi hulu migas dalam pemenuhan energi nasional sesuai asta cipta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.