Pengamat Energi : Ekspor Listrik Pelanggan PLTS Atap Jangan Sampai Merugikan PLN

PLN butuh biaya pemeliharaan transmisi dan distribusi. Ekspor listrik pelanggan dengan faktor pengali 65% sudah cukup adil”

Jakarta,ruangenergi.com- Sebagaimana diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)     telah mengeluarkan peraturan  mengenai implementasi pemanfaatan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Terkait dengan aruran excess power pelangan surya atap, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies(IRESS) Marwan Batubara menyatakan bahwa, aturan ekspor listrik dengan faktor pengali 65 % sudah cukup akomodatif dan tidak merugikan PLN.

“Pengguna PLTS Atap itu adalah orang mampu. Jangan sampai aturan eksplor listrik dirubah menjadi 100 persen. PLN kan butuh pemeliharaan jaringan transmisi dan distribusi. Jadi,wajar kalau aturan yang ada sekarang  tetap dipertahankan”, kata Marwan kepada ruangenergi.com,Jumat(30/7/21)

Marwan menambahkan, banyaknya industri yang memasang PLTS Atap harus dicermati dengan bijak dan jangan sampai merugikan PLN dan industri photo voltaik(PV) di dalam negeri.

“Industri yang memasang surya atap dipastikan menggunakan PV produk impor. Ini jelas sangat merugikan produk dalam negeri. Saya berharap jangan sampai aturan dirubah hanya untuk menguntungkan pihak tertentu dan merugikan PLN”, pungkasnya

Seperti diketahui, dalam Permen ESDM No 49 dikatakan untuk energi listrik yang diproduksi PLTS Atap mayoritasnya digunakan sendiri, untuk kelebihan tenaga listrik nya (excess power) akan diekspor ke PLN dengan faktor pengali 65%, dimana pelanggan bisa menggunakan deposit energi untuk mengurangi tagihan listrik bulan berikutnya. Perhitungan ekspor-impor energi listrik dari Pelanggan PLTS Atap ini mulai berlaku 1 Januari 2019.

BACA JUGA  Geo Dipa Energi Dan Tim Bersama Pemerintah Gelar Acara Sosialisasi Panas Bumi dengan Keuskupan Ruteng

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *