Pengamat Sebut Formula Harga Baru Untungkan Badan Usaha


Jakarta, Ruangenergi.comDirektur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai penetapan formula baru harga bahan bakar umum jenis premium dan solar yang baru sangat menguntungkan bagi badan usaha. 

“Sejatinya penetapan harga baru tersebut mengalami kemajuan, mengingat terdapat tambahan patokan harga yang diizinkan pemerintah, sehingga para badan usaha memiliki pembanding,” kata Mamit kepada Ruangenergi.com di Jakarta, Selasa (17/3).
Selain itu, kata dia, formula tersebut juga sangat mendukung badan usaha, terutama dengan kenaikan nilai konstanta rupiah yang dipatok pemerintah lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, adanya ketentuan yang penghapusan margin batas bawah sangat berpihak kepada badan usaha.
“Saya melihatnya dari sisi konsumen akan menyebabkan harga agak sedikit naik ya, karena semua konstanta mengalami kenaikan serta margin di angka 10 persen harga dasar. Sebelumnya masih memungkinkan BU untuk mengambil margin dasar yaitu 5 persen,” tukasnya.
Sementara itu, Pertamina  menyebut telah menetapkan harga jual bahan bakar minyak umum sesuai dengan formula baru yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM pada awal Maret 2020.
Menurut Vice President Corporate Secretary Pertamina Fajriyah Usman, pihaknya telah mengikuti formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum bensin dan solar yang baru.
“Pertamina sudah menggunakan formula tersebut dan sampai sekarang masih comply. Pertamina sebagai operator akan menjalankan peraturan tersebut,” katanya.
Terpisah, Vice President External Relation Shell Indonesia Rhea Sianipar mengatakan berkomitmen mematuhi peraturan dan berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. “Kami selalu berkomitmen untuk terus menyediakan BBM yang aman dan berkualitas tinggi bagi pelanggan kami di Indonesia,” katanya.
Marketing Manager Total Oil Indonesia Magda Naibaho mengatakan bahwa dalam penetapan harga BBM di Tanah Air, pihaknya juga mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan.
Namun, terkait dengan formula baru, Magda menyebut pihaknya masih perlu mempelajari lebih lanjut guna mendalami perubahan-perubahan yang ditetapkan pemerintah. “Prinsipnya kami mengikuti regulasi dari pemerintah saja kok,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menerbitkan regulasi baru terkait formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum.
Formula baru tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 62.K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum dan/atau stasiun pengisian bahan bakar nelayan.
Adapun beleid tersebut diteken oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 28 Februari 2020 dan mulai berlaku sejak 1 Maret 2020. Pada saat Kepmen ini mulai berlaku, Kepmen ESDM Nomor 187 K/lO/MEM/2019 tanggal 7 Oktober 2019 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.(RE)

BACA JUGA  Gaet Investor Migas, Ibrahim Hasyim: Berikan Tawaran Menarik, Senyum Lebar dan Tulus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *