PHE Perkuat Produksi Migas dan Energi Rendah Karbon, Siapkan 16 Sumur Eksplorasi di 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Timur, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon di tengah dinamika industri energi global.

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di Indonesia dan memberikan kontribusi besar terhadap produksi nasional. Pada 2025, perusahaan menyumbang sekitar 65 persen lifting minyak domestik atau sekitar 396 ribu barel minyak per hari (MBOPD) serta 35 persen lifting gas nasional sebesar 1,8 miliar kaki kubik per hari (BCFD).

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto mengatakan perusahaan terus mendorong berbagai program strategis guna menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan geopolitik global dan kompleksitas operasional yang semakin tinggi.

“Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia,” ujar Edi dalam kegiatan Media Engagement Subholding Upstream Pertamina di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Sepanjang 2025, produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang terdiri dari 557 MBOPD minyak dan 2,8 BCFD gas. Selain menjaga kinerja produksi, PHE juga mencatat sejumlah capaian strategis, termasuk penemuan sumber daya hingga 1 miliar barel setara minyak (BBOE).

Perusahaan juga terus mendorong penerapan teknologi peningkatan produksi seperti multistage fracturing, steam flood, serta chemical enhanced oil recovery (CEOR) guna meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah berproduksi.

Memasuki 2026, PHE menyiapkan berbagai program strategis untuk mengelola natural decline sekaligus meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional. Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi.

Selain itu, PHE juga merencanakan kegiatan 1.284 pekerjaan workover, survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer, survei seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi, serta kegiatan well intervention well service (WIWS) hingga 33.000 pekerjaan.

Strategi peningkatan produksi akan dijalankan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk memaksimalkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah lama berproduksi.

Di sisi lain, PHE juga terus memperkuat kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, termasuk potensi minyak non konvensional (MNK) serta peluang kerja sama strategis melalui akuisisi wilayah kerja.

Perusahaan menjalankan Dual Growth Strategy, yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon melalui teknologi carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) serta berbagai program dekarbonisasi operasi.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih.

Dengan berbagai program strategis tersebut, PHE optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya terhadap produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.