PHE Targetkan Pemboran Eksplorasi Natuna pada Semester II 2026, Fokus Buka Potensi Cadangan Baru

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Timur, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan pelaksanaan pemboran satu sumur eksplorasi di wilayah Natuna pada semester II tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen kerja pasti (KKP) dalam blok kerja sama eksplorasi.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edi Karyanto, mengatakan bahwa pengeboran tersebut merupakan kewajiban eksplorasi yang harus dieksekusi untuk mengevaluasi potensi cadangan baru di kawasan tersebut.

“Natuna ini memang sudah menjadi bagian dari KKP kita di blok eksplorasi. Komitmen kerja pasti kita adalah mengeksekusi pemboran satu sumur eksplorasi,” ujar Edi menjawab pertanyaan ruangenergi.com

Menurutnya, dalam rencana kerja perusahaan, kegiatan pemboran diproyeksikan berlangsung pada semester kedua 2026, dengan perkiraan waktu sekitar Agustus.

“Kalau di dalam schedule kita, akan dieksekusi di 2026, kemungkinan besar di semester dua. Sekitar Agustus,” jelasnya.

PHE juga mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi laut dalam penjadwalan kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut. Kondisi gelombang dan cuaca di perairan Natuna menjadi salah satu variabel penting yang memengaruhi waktu operasional pemboran.

“Memang kita juga memprediksi cuaca dan ombak. Biasanya kalau sudah memasuki minggu keempat bulan tertentu, kondisi laut bisa lebih menantang,” katanya.

Selain faktor teknis, dinamika geopolitik di kawasan Laut Natuna juga menjadi perhatian. Edi mengakui bahwa aspek keamanan, termasuk potensi gesekan dengan kapal asing, menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut.

“Nah itu juga menjadi salah satu hambatan, dari sisi geopolitik. Termasuk pernah ada gesekan dengan kapal China,” ujarnya.

Meski demikian, PHE menilai kegiatan eksplorasi di Natuna tetap strategis karena berpotensi membuka koridor baru sumber daya migas.

Eksplorasi ini diharapkan tidak hanya mengonfirmasi potensi cadangan yang ada, tetapi juga menemukan lapisan reservoir baru yang dapat meningkatkan prospek pengembangan migas di kawasan tersebut.

“Ini bagian dari upaya menemukan cadangan baru. Siapa tahu kita bisa mendapatkan layer-layer baru atau koridor baru untuk pengembangan ke depan,” kata Edi.