PHM Perkuat Sinergi Daerah, DPRD Kukar Soroti Dampak Nyata Industri Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com — Upaya memperkuat kolaborasi antara industri hulu migas dan pemerintah daerah kembali ditegaskan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Perusahaan yang mengelola Wilayah Kerja (WK) Mahakam ini menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Kantor PHM, Balikpapan, Selasa (17/03/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi antara pelaku industri energi dan pemangku kepentingan daerah, khususnya dalam mendorong kontribusi nyata sektor hulu migas terhadap pembangunan daerah dan keberlanjutan.

Rombongan DPRD Kukar dipimpin Wakil Ketua DPRD Abdul Rasid, bersama anggota Komisi I, III, dan IV. Dalam pertemuan tersebut, PHM memaparkan kinerja operasional perusahaan, capaian produksi, hingga implementasi program pelibatan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) di sekitar wilayah operasi.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan industri hulu migas.

“Kolaborasi dengan pemangku kepentingan daerah menjadi kunci agar operasi migas dapat berjalan selamat, andal, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendidikan, serta kemandirian masyarakat sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” ujar Setyo.

Menurutnya, dukungan DPRD dan pemerintah daerah sangat krusial, tidak hanya untuk kelancaran operasional, tetapi juga dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dari sisi legislatif, DPRD Kukar memberikan apresiasi terhadap langkah PHM, terutama dalam aspek keberlanjutan dan penyerapan tenaga kerja lokal. Abdul Rasid menilai keterlibatan masyarakat Kutai Kartanegara dalam aktivitas industri migas menjadi indikator penting keberhasilan kolaborasi tersebut.

“Kami melihat komitmen PHM cukup kuat, khususnya dalam melibatkan tenaga kerja lokal. Ke depan, kami berharap komunikasi seperti ini terus terjalin agar manfaat industri migas semakin dirasakan masyarakat Kukar,” ungkapnya.

Pertemuan ini juga menegaskan pentingnya transparansi dan tata kelola yang baik dalam pengelolaan sumber daya energi, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung PHM.

Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8, PHM terus mengakselerasi inovasi teknologi dan efisiensi operasi guna menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Perusahaan juga menempatkan aspek keselamatan, kepatuhan, serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitasnya.

Melalui penguatan komunikasi dengan DPRD Kukar, PHM berharap tercipta sinergi yang semakin solid dalam mendukung pengelolaan energi yang optimal dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan target swasembada energi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintah.

Dengan peran strategis WK Mahakam sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional, kolaborasi antara industri dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan energi terus mengalir sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur.