Jakarta, ruangenergi.com – Kilang Pertamina yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dipastikan tetap akan beroperasi sepanjang libur panjang lebaran tahun 2026. Pada masa Ramadan & Idul Fitri tahun ini, PPN juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan & Idul Fitri 2025 mulai dari kantor pusat hingga unit operasi kilang yang terintegrasi dengan Pertamina Group.
“Semua unit kilang yang dikelola oleh PPN dipastikan akan tetap beroperasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. KPI akan melakukan pengawalan ketat untuk memastikan produksi LPG dan 3 BBM utama yang diperlukan masyarakat yaitu gasoline, gasoil dan avtur tercapai. PPN memprediksi 2 produk utama BBM yang akan meningkat adalah gasoline dan avtur,” kata Corporate Secretary PPN, Roberth M.V. Dumatubun.
Roberth menjelaskan bahwa sebagai rantai pasok ketahanan energi di Indonesia, kilang bertugas untuk mengolah minyak mentah menjadi produk BBM dan non BBM. Mata rantai ini berperan penting sebagai penjaga stok LPG dan BBM di Indonesia.
“Tugas kilang adalah dapat beroperasi dan memproduksi produk BBM dan Non BBM sesuai dengan yang telah direncanakan. KPI memiliki 6 kilang dan setiap kilang membentuk satgas yang bertugas untuk mengawal produksi sesuai dengan yang direncanakan untuk masing-masing kilang,” jelas Roberth.
Untuk menghadapi masa Ramadan & Idul Fitri 2026, kilang akan tetap melakukan berbagai persiapan. Selain memastikan penerapan aspek Health Safety Security & Environment (HSSE), persiapan dimulai dari memastikan ketersediaan bahan baku minyak mentah, pengaturan sumber daya manusia yang akan tetap mengoperasikan kilang, material-material fast moving, koordinasi dengan para pemangku kepentingan lainnya, serta memastikan produk BBM dan Non BBM yang dihasilkan dari kilang dapat diterima di titik serah.
“Untuk memastikan hal tersebut, kilang telah didukung dengan sistem pelaporan yang real-time. Tim Satgas terus memantau keandalan masing-masing kilang, disertai dengan pelaksanaan langkah mitigasi yang cepat, terukur dan terdokumentasi. Dari pemerintah yang diwakili oleh BPH Migas juga melakukan pemantauan dengan melakukan kunjungan diantaranya Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai,” kata Roberth.
Sebagian informasi, sepanjang tahun 2025, total bahan baku yang diolah kilang mencapai lebih dari 330 juta barel. Bahan baku ini terdiri dari minyak mentah, produk intermedia (Naphta dan HOMC) serta gas.
“Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni sekitar 315 juta barel atau diatas target sekitar 5,8%,” jelas Roberth.
Roberth juga mengharapkan dukungan dari para pemangku kepentingan agar kilang tetap dapat beroperasi dengan aman dan handal. “Kami tentunya juga memerlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan agar operasional kilang tetap berjalan dengan aman dan lancar. PPN sebagai bagian dari Pertamina akan siap menjaga pasokan energi di masa Ramadan & Idul Fitri tahun ini,” tutup Roberth.


