Sumur Masyarakat Aceh Timur Tembus 2.800 BOPD, Djoko Siswanto: “Paten!”

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari Aceh Timur. Produksi minyak dari sumur masyarakat di wilayah tersebut dilaporkan telah mencapai 2.800 barel minyak per hari (BOPD).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan kabar tersebut pada Jumat, 4 September 2026.

Djoko mengatakan, capaian tersebut telah disampaikan secara resmi oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui surat kepada pemerintah.

“Alhamdulillah, Gubernur Aceh telah menyampaikan surat resmi produksi minyak dari sumur masyarakat di Aceh Timur sebesar 2.800 BOPD. Paten,” ujar Djoko.

Angka 2.800 BOPD menjadi catatan menarik di tengah upaya pemerintah mendorong peningkatan produksi minyak nasional. Sumur-sumur masyarakat yang beroperasi di Aceh Timur kini menunjukkan kontribusi yang cukup signifikan terhadap produksi minyak.

Surat resmi Gubernur Muzakir Manaf tersebut menjadi informasi penting bagi pemerintah untuk melihat lebih jauh potensi produksi dari sumur masyarakat di wilayah Aceh Timur.

Bagi SKK Migas, capaian tersebut bukan sekadar angka produksi. Potensi minyak dari sumur masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi migas nasional, sekaligus membuka ruang penataan dan pengelolaan kegiatan hulu migas masyarakat agar semakin terukur.

Aceh memiliki sejarah panjang dalam industri minyak dan gas bumi. Dengan munculnya laporan produksi 2.800 BOPD, perhatian kini kembali tertuju pada seberapa besar potensi minyak yang masih dapat dikembangkan dari wilayah tersebut.

Jika produksi tersebut dapat dipertahankan dan dikelola secara optimal, kontribusi sumur masyarakat Aceh Timur berpotensi menjadi tambahan penting bagi produksi minyak nasional.

Bagi Djoko Siswanto, setidaknya satu hal sudah jelas: 2.800 BOPD dari sumur masyarakat Aceh Timur adalah kabar yang patut disyukuri. “Paten!”