Sumur Masyarakat Bergerak Cepat, SKK Migas Kantongi 4 Kontrak Baru di Jambi–Sumsel

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Upaya percepatan peningkatan produksi minyak nasional kembali menunjukkan hasil positif. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan kabar menggembirakan (good news) terkait perkembangan program Sumur Masyarakat (Sumas) yang kini semakin konkret di lapangan.

Setelah dipimpin langsung oleh Menteri ESDM dalam rapat strategis pekan lalu, tim Sumas bergerak cepat (gercep) melakukan serangkaian rapat maraton di Jambi dan Palembang. Hasilnya, pada Jumat lalu dan Selasa, 17 Maret 2026, berhasil diteken empat kontrak kerja sama sumur masyarakat.

Kontrak tersebut melibatkan Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan empat Badan Kerja Sama Usaha (BKU), yakni: Koperasi BPN (Batanghari Patra Nusantara).BUMD Petromuba. Koperasi Rezeki Bersama Sejahtera (RBS). UMKM Keban Berkah Energi (KBE).

Kerja sama ini tersebar di dua wilayah strategis, yaitu Kabupaten Batanghari (Jambi) dan Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan).

Dengan penandatanganan ini, hingga saat ini tercatat sudah lima BKU resmi bermitra dengan PHR dalam pengelolaan sumur masyarakat. Rinciannya, dua berada di Jambi dan tiga di Sumatera Selatan.

Tak berhenti di situ, SKK Migas juga tengah mendorong tambahan kerja sama baru. Saat ini, satu BKU di Jambi dan satu koperasi di Sumatera Selatan tengah diusulkan untuk mendapatkan persetujuan Menteri ESDM guna menjalin kerja sama dengan Medco Energi.

Djoko menyampaikan optimisme bahwa produksi minyak dari sumur masyarakat ini dapat segera memberikan kontribusi nyata terhadap lifting nasional.

“Insya Allah produksi minyak dari Sumas tersebut dapat segera mengalir ke Pertamina dan Medco, paling lambat setelah Lebaran,” ujar Djoko dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek pemerintah dalam mengoptimalkan potensi sumur masyarakat sekaligus melibatkan BUMD, koperasi, dan UMKM dalam ekosistem hulu migas nasional.

Program Sumas dinilai sebagai terobosan penting untuk mendongkrak lifting minyak yang selama ini menjadi tantangan utama sektor hulu migas. Dengan pola kolaborasi antara KKKS dan pelaku usaha lokal, pemerintah berharap tercipta multiplier effect bagi daerah sekaligus peningkatan produksi nasional.

Semangat optimisme pun ditegaskan dalam laporan tersebut: “Lifting Naik: BISA, BISA, BISA!”

Dengan progres yang kian cepat, program ini kini menjadi salah satu andalan dalam menjaga momentum ketahanan energi nasional di tengah tantangan global.