Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Senja belum lama turun ketika layar pemantauan di Control Room PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) terus menyala. Angka demi angka bergerak. Tekanan gas naik, suplai harus dijaga, dan sistem tak boleh goyah. Senin (19/1/2026) menjadi hari krusial dalam proses ramping-up pipa gas GD Line.
Kepada ruangenergi.com, seorang petinggi migas menggambarkan situasi lapangan dengan satu kata: terkendali, meski penuh dinamika.
“Secara umum proses berjalan baik dan sesuai simulasi,” ujarnya, Senin sore,dalam bincang virtual bersama ruangenergi.com.
Sejak awal hari, pasokan gas dari MEPG, PHEJM, dan EMP mulai mengalir sesuai skenario. Setiap molekul gas masuk ke sistem melalui koordinasi ketat dengan TGI Control Room, tempat keputusan harus diambil cepat dan presisi.
Di titik krusial SV1206 wilayah KP294, tekanan gas bergerak naik perlahan di rentang 560 hingga 680 psig. Tidak ada ruang untuk lonjakan liar. Tim TGI memantau setiap kenaikan tekanan sambil memastikan kegiatan operasi dan pemeliharaan di lapangan berjalan tanpa cela.
Namun, ketegangan sempat meningkat dari arah hilir.
PHR Duri, salah satu offtaker utama, mencatat aliran gas yang lebih rendah dari rencana. Realisasi hanya berada di kisaran 38–50 MMSCFD, jauh di bawah target 76 MMSCFD. Penyebabnya, kendala teknis pada peralatan steam generator yang muncul sekitar pukul 09.05 WIB.
Situasi ini memicu efek berantai. Gas yang tak terserap optimal membuat tekanan di wilayah Duri terus merangkak naik, hingga menyentuh 590 psig pada pukul 15.00 WIB.
Sebagai langkah mitigasi, PHR mengaktifkan satu unit NDC (cogeneration) pada pukul 12.00 WIB. Unit tersebut kemudian dipacu hingga full speed pada pukul 14.40 WIB, menambah serapan gas dan membantu menstabilkan sistem.
Di saat yang sama, TGI mengambil langkah penyeimbang. Pasokan gas dari MEPG dan PHEJM diturunkan secara terukur, demi menjaga agar kenaikan tekanan di SV1206 tetap mengikuti tahapan ramping-up hari itu.
“Ini bagian dari pengamanan sistem. Tidak boleh ada tekanan berlebih,” ungkap sumber tersebut.
Dengan seluruh parameter kembali dalam pengawasan ketat, TGI optimistis. Jika tidak ada gangguan lanjutan dan seluruh kondisi operasional tetap aman dan stabil, operasi normal GD Line ditargetkan pulih sepenuhnya pada Selasa, 20 Januari 2026, pukul 24.00 WIB.
Hingga saat itu, satu hal tetap menjadi kunci: kontrol, koordinasi, dan kewaspadaan penuh. TGI memastikan, setiap perkembangan akan terus dilaporkan kepada para supplier, shipper, dan seluruh pemangku kepentingan di jalur gas strategis tersebut.











