kargo lng

Tiga Kargo LNG Siap Dilepas ke Pasar Spot Akhir September 2020

Jakarta,RuangEnergi.comSKK Migas mengabarkan sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk lepas  3 kargo gas alam cair (LNG) dari 12 uncommitted cargo (UC) tahun 2020.

Hanya 9 UC telah mendapatkan pasar spot (spot market). Sedangkan sisanya, 3 UC sudah mendapatkan alokasi dan harga oleh Menteri Esdm Arifin Tasrif.

“Nah di September ini Kementerian ESDM sudah setujui lepas 3 kargo LNG UC tadi. Kami siap lelang akhir September atau Oktober ini,” kata pejabat SKK Migas yang enggan ditulis namanya kepada ruangenergi.com, Jumat (18/9/2020) di Jakarta.

Tawarkan Domestik

Dalam catatan ruangenergi.com, Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Setiawan Handoko mengatakan akan menawarkan ke pembeli dalam negeri sebelum memasarkannya ke luar negeri.

Menurutnya, langkah tersebut ditempuh untuk memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri.

“Domestik saja.Misalkan, dijual murah tidak apa, kan yang menikmati industri lokal. Daripada dijual spot murah ke luar negeri lebih baik jual murah ke dalam negeri kan” katanya, Senin (13/1/2020).

Cari Pembeli

Saat ini, SKK Migas terus mencari pembeli untuk menggantikan WBX.

BACA JUGA  Belasan Pekerja Offshore di Natuna Terjangkit Covid-19

Hal ini ditempuh setelah pembeli LNG di pantai barat Jepang diperkirakan tidak memperpanjang kontrak pembelian LNG-nya dari Kilang Bontang yang berakhir di penghujung tahun.

Sebenarnya, SKK Migas telah melakukan penawaran kepada WBX sejak tahun lalu, namun hingga kini belum ada kesepakatan dengan para pembeli tersebut.

Sebutan WBX merupakan kontrak penjualan yang diwakili oleh lima perusahaan di pantai barat Jepang.

Western buyers itu adalah Chubu Electric Co, Kansai Electric Power Co, Kyushu Electric Power Co, Nippon Steel Corp, dan Osaka Gas Co Ltd. Sumber LNG ini dibawa dari Kilang LNG Bontang yang dioperasikan oleh Badak LNG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *