Pertamina EP Cepu Tutup Bulan K3 2026: Perkuat Ekosistem K3 Nasional Yang Profesional, Andal, Dan Kolaboratif

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Pertamina EP Cepu (PEPC) resmi menutup rangkaian kegiatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026 yang telah berlangsung sejak 12 Januari 2026. Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif,” kegiatan ini menjadi momentum penguatan budaya keselamatan di lingkungan Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina.

Acara penutupan dihadiri oleh Direktur Utama Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Ruby Mulyawan; Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman; serta jajaran manajemen dan pekerja Regional 4. Turut hadir sebagai narasumber dalam sesi Security Talk, Wakil Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Ferdial Lubis dan Pengamat Intelijen dan Keamanan Nasional, Stepi Anriani.

Dalam laporan pelaksanaan Bulan K3, Senior Manager HSSE Regional 4, Vendy H. Suprapto, menyampaikan bahwa sepanjang periode tersebut telah dilaksanakan 16 rangkaian kegiatan HSSE—meningkat 33% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total partisipasi mencapai 1.147 peserta atau tumbuh 63% dari tahun lalu. Dari sisi pembelajaran, learning hours meningkat sebesar 55% dibandingkan periode sebelumnya. Kualitas program learning from event juga mengalami penguatan, antara lain melalui sesi berbagi dari keluarga insan perusahaan yang memberikan dampak emosional sekaligus memperkuat nilai-nilai keselamatan kerja. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi dan berjenjang mulai dari tingkat Zona, Regional, hingga Subholding Upstream.

Peningkatan jumlah dan variasi kegiatan tersebut tetap diiringi dengan efisiensi anggaran, dengan penurunan biaya pelaksanaan sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan program K3 secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, dilakukan Deklarasi Komitmen Bersama HSSE Regional 4 yang menekankan empat aspek utama, yaitu Lead by Example Leader Behaviour, Just & Fair Culture, ONE SIKA, serta CSMS (Contractor Safety Management System). Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh Direktur Utama, Komisaris Utama, seluruh pimpinan fungsi, serta General Manager di lingkungan Regional 4.

Dalam sambutannya, Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman, mengajak seluruh pekerja untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman serta secara aktif mengidentifikasi dan mengurangi risiko di tempat kerja. Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Regional 4 Indonesia Timur, Ruby Mulyawan, menegaskan bahwa K3 bukan sekadar pencapaian angka zero accident atau pemenuhan dokumen audit, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap keluarga di rumah.

Ia mendorong seluruh pekerja untuk membangun pola pikir keselamatan yang kuat dengan menjadikan K3 tidak hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari keseharian dalam mengidentifikasi dan memitigasi setiap risiko, sekecil apa pun. Upaya ini dimulai dari diri sendiri, diterapkan dalam lingkungan keluarga, hingga menjadi kebiasaan positif di tempat kerja. Seluruh pekerja juga didorong untuk aktif saling mengingatkan serta memiliki keberanian menjalankan Stop Work Authority apabila menemukan tindakan maupun kondisi tidak aman, karena kepedulian terhadap keselamatan rekan kerja menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang selamat dan berkelanjutan.

Rangkaian acara ditutup dengan Security Talk bertajuk “Pertamina at The Crossroads” yang memberikan perspektif strategis mengenai dinamika keamanan nasional dan implikasinya terhadap keberlangsungan industri energi, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya sinergi antara aspek keselamatan dan keamanan sebagai bagian integral dalam menjaga keandalan operasional dan ketahanan energi nasional. Melalui peringatan Bulan K3 2026 ini, PEPC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif demi mendukung operasional yang selamat, efisien, dan berkelanjutan.