Jakarta, ruangenergi.com – Institut Teknologi PLN (ITPLN) terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik nyata bagi mahasiswanya. Kampus ini berencana mendirikan Laboratorium Simulasi Financing dan Pasar Modal guna menyiapkan lulusan Program Studi Bisnis Energi yang kompeten dan siap kerja di sektor keuangan dan investasi.
Wakil Rektor IV ITPLN, Ahsin Sidqi, mengatakan pendirian laboratorium tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengembangkan pembelajaran aplikatif berbasis pengalaman langsung (experiential learning).
“Jumlah mahasiswa Bisnis Energi terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Karena itu, kami mendorong pembelajaran yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memberikan pengalaman simulasi yang mendekati kondisi nyata industri,” ujar Ahsin dalam keterangannya, Jum’at, 27 Februari 2026.
Untuk mewujudkan laboratorium dengan simulasi pasar modal yang realistis dan relevan dengan kondisi terkini, ITPLN menjajaki kerja sama strategis dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut mencakup edukasi dan pelatihan pasar modal, akses data serta platform simulasi, pelatihan sertifikasi pasar modal, hingga pengembangan modul pembelajaran berbasis studi kasus nyata dari BEI.
Ahsin menambahkan, keberadaan Laboratorium Simulasi Financing dan Pasar Modal juga diharapkan dapat mendukung agenda pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor keuangan berkelanjutan, termasuk penguatan ekosistem green financing. Setiap program inovasi ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin melahirkan talenta bisnis energi dan keuangan yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Ahsin.
Rencana kerja sama ini mendapat sambutan positif dari BEI. Head of Regional Development 3 BEI, Kemas M Rumaiyar, menilai inisiatif ITPLN sejalan dengan upaya BEI dalam meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di kalangan generasi muda.
“BEI sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk ITPLN, dalam pengembangan edukasi pasar modal. Laboratorium simulasi seperti ini menjadi sarana penting untuk menjembatani teori di kampus dengan praktik di industri,” kata Kemas.
Menurut dia, pemanfaatan data dan studi kasus nyata akan membantu mahasiswa memahami mekanisme pasar, manajemen risiko, serta peluang investasi secara komprehensif. Hal ini dinilai krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di sektor keuangan nasional.
Diakuinya, BEI terus mengembangkan Galeri Investasi dan penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal (SPM) dalam memperkuat peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari strategi edukasi pasar modal. Menurutnya, Galeri Investasi BEI merupakan pusat informasi, edukasi, dan akses pasar modal yang dikembangkan melalui kolaborasi antara BEI, perguruan tinggi atau non-perguruan tinggi, serta perusahaan efek yang menjadi anggota bursa mitra.
“Galeri ini hadir dalam beberapa bentuk, antara lain galeri investasi berbasis ruangan, galeri edukasi untuk tingkat SMA, serta galeri investasi digital,” katanya.
Sementara itu, melalui program Sekolah Pasar Modal (SPM) Level 1 yang berfokus pada literasi dan inklusi, BEI memberikan edukasi dasar terkait pasar modal. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan pribadi, tujuan berinvestasi, keuntungan dan risiko investasi, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai produk investasi di pasar modal, kemudahan berinvestasi, tips bagi investor pemula, hingga praktik investasi menggunakan aplikasi anggota bursa mitra. Melalui program ini, BEI berharap dapat mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal secara berkelanjutan.


