Sumur UPA-17ST Berhasil Mengalirkan Migas, SKK Migas: Bukti Potensi Offshore Indonesia Masih Kuat

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Gresik, Jawa Timur, ruangenergi.com– Kabar baik datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujungpangkah yang dioperasikan SAKA Energi Indonesia melalui anak usahanya SAKA Energi Indonesia Pangkah Ltd.

Sumur tersebut berada di wilayah lepas pantai Ujungpangkah dan menjadi salah satu pencapaian teknis penting dalam operasi offshore Indonesia.

Djoko menyampaikan kabar tersebut dalam laporan kepada jajaran pimpinan pemerintah dan pengawas SKK Migas pada Sabtu (7/3/2026).

“Alhamdulillah, hasil kegiatan pengeboran pengembangan Sumur UPA-17ST menunjukkan hasil yang bagus,” ujar Djoko dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Kegiatan pengeboran dimulai pada 12 Oktober 2025 menggunakan rig COSL SinoOcean Peace.

Setelah pengeboran selesai, operasi dilanjutkan dengan tahap completion, yakni pemasangan peralatan produksi dari dasar sumur hingga kepala sumur di anjungan lepas pantai.

Menariknya, tahap komplesi tidak menggunakan jack-up rig, melainkan memanfaatkan Accommodation & Working Barge (AWB) Logindo Radiance, sebuah metode operasi yang dinilai lebih efisien untuk pekerjaan instalasi peralatan produksi.

Sumur UPA-17ST memiliki tingkat kesulitan teknis yang tinggi. Profil sumur memiliki inklinasi hingga 83 derajat, sehingga termasuk kategori highly deviated well.

Pengeboran berhasil mencapai kedalaman 12.724 feet measured depth (ftMD), menjadikannya salah satu pengeboran terdalam yang pernah dilakukan pada operasi lepas pantai di Indonesia.

Pada kedalaman tersebut, sumur menembus Formasi Tuban Carbonate dan kemudian mencapai Formasi Kujung I, yang merupakan target reservoir utama di lapangan Ujungpangkah.

Per 5 Maret 2026, sumur tengah menjalani tahap well testing atau uji alir produksi.

Hasil sementara menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, yakni: Gas sekitar 1,7 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kemudian minyak sekitar 1.786 barel per hari (BOPD). Wellhead Pressure (WHP) 485 psi  pada choke 60/64 inci. Hasil ini menunjukkan potensi produksi yang signifikan untuk mendukung peningkatan output migas nasional.

Menurut Djoko, setelah tahap uji alir selesai, sumur akan segera masuk ke fase produksi untuk memperkuat kontribusi Lapangan Ujungpangkah terhadap pasokan energi nasional.

Keberhasilan pengeboran ini sekaligus menegaskan komitmen SAKA Energi Indonesia Pangkah Ltd sebagai kontraktor kontrak kerja sama dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas offshore Indonesia.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa potensi migas di laut Indonesia masih sangat menjanjikan dan mampu mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Djoko juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendoakan agar sumur tersebut dapat berproduksi stabil dalam jangka panjang.

Di akhir laporannya, ia menyampaikan optimisme terhadap peningkatan produksi nasional.

“Lifting naik: bisa, bisa, bisa,” pungkas Djoko penuh semangat.