Laba Tertinggi dalam 10 Tahun, Pertamina Drilling Cetak Kinerja Gemilang di 2025

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menorehkan kinerja gemilang sepanjang 2025. Di tengah tantangan industri jasa pengeboran migas yang dinamis, perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih dan EBITDA yang signifikan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan dan kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Jumat (5/6), Pertamina Drilling melaporkan laba bersih sebesar USD 29,61 juta pada 2025. Angka ini meningkat sekitar 24 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar USD 23,89 juta. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

Kinerja positif juga tercermin dari EBITDA perusahaan yang mencapai USD 101,20 juta, naik lebih dari 20 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar USD 84,02 juta.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas sekaligus mendukung keberlanjutan operasi hulu migas nasional.

“Perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat layanan terintegrasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan industri energi nasional,” ujar Avep.

Kepercayaan terhadap fundamental bisnis Pertamina Drilling juga mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat. PT Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang perusahaan pada level A+(idn) dengan Outlook Stabil. Peringkat tersebut mencerminkan risiko gagal bayar yang rendah serta menunjukkan kondisi bisnis dan keuangan perusahaan yang tetap kuat.

Sepanjang 2025, Pertamina Drilling berhasil mencatatkan efisiensi operasional senilai USD 12,8 juta melalui implementasi 21 program inisiatif strategis. Atas keberhasilan tersebut, perusahaan menerima penghargaan OPTIMUS Awards 2025 dari Subholding Upstream PT Pertamina.

Kinerja Operasional Terus Menguat

Dari sisi operasional, Pertamina Drilling menyelesaikan pengeboran dan pekerjaan pada 433 sumur sepanjang 2025. Perusahaan juga melaksanakan 61 pekerjaan offshore workover, meningkat dibandingkan 55 pekerjaan pada tahun sebelumnya.

Berbagai indikator operasional menunjukkan tren yang positif. Rig Availability tercatat sebesar 96,44 persen, Rig Productivity mencapai 70,15 persen, Rig Utilization sebesar 77,22 persen, dan Rig Non-Productive Time (NPT) berhasil ditekan hingga 1,29 persen.

Produktivitas operasional meningkat menjadi 47,92 persen dari sebelumnya 40,08 persen pada 2024. Sementara itu, tingkat utilisasi naik menjadi 48,12 persen dibandingkan 42,53 persen pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan paling mencolok terlihat pada layanan Integrated Project Management (IPM) Services. Tingkat availability melonjak menjadi 74,18 persen dari 33,37 persen, utilisasi meningkat menjadi 60,35 persen dari 22,27 persen, dan produktivitas naik drastis menjadi 60,35 persen dari 19,49 persen.

Pencapaian tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan terintegrasi Pertamina Drilling dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi migas nasional.

Tata Kelola dan Kepatuhan Makin Kokoh

Selain mencatatkan kinerja bisnis yang solid, Pertamina Drilling juga terus memperkuat tata kelola perusahaan. Nilai Assessment Good Corporate Governance (GCG) meningkat menjadi 88,72 pada 2025, naik dari 86,86 pada tahun sebelumnya, dengan predikat “Sangat Baik”.

Perusahaan juga mempertahankan tingkat kepatuhan yang tinggi melalui implementasi sistem Compliance Online yang mencapai 100 persen sesuai target.

Utamakan Keselamatan dan Pengembangan SDM

Dalam aspek keselamatan kerja, Pertamina Drilling mencatatkan Number of Accident (NoA) Zero sepanjang 2025. Perusahaan juga membukukan lebih dari 20,9 juta jam kerja selamat, mencerminkan konsistensi penerapan budaya keselamatan di tengah tingginya aktivitas operasional.

Peningkatan budaya HSSE terus diperkuat melalui berbagai program, termasuk kampanye keselamatan Salam Lima Jari yang semakin masif diterapkan di seluruh area kerja.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Pertamina Drilling menyelenggarakan berbagai program pelatihan yang diikuti oleh 2.379 peserta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kompetensi pekerja sekaligus mempersiapkan talenta yang adaptif terhadap perkembangan industri energi.

Perluas Dampak Sosial bagi Masyarakat

Komitmen Pertamina Drilling tidak hanya tercermin pada kinerja bisnis, tetapi juga melalui program Corporate Impact and Development (CID) yang terus diperluas. Jumlah program pemberdayaan masyarakat meningkat dari sembilan program pada 2024 menjadi 10 program pada 2025.

Berbagai program tersebut meliputi pengembangan vokasi tenaga kerja di Riau, bantuan sanitasi sekolah di Indramayu, pembinaan UMKM peternakan di Bojonegoro, penyediaan sistem pengolahan air bersih di Sorong, program budidaya ikan air tawar, bantuan bagi korban bencana alam di Sumatera, hingga pembangunan drainase di Prabumulih.

Melalui berbagai capaian tersebut, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui kinerja berkelanjutan, tata kelola yang baik, penguatan kompetensi SDM, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Berita ini menggunakan gaya media bisnis dan energi yang lebih populer, dengan alur yang lebih mengalir serta penekanan pada capaian korporasi, operasional, dan kontribusi sosial perusahaan.