Hot Info! SKK Migas Umumkan Penemuan Gas Baru: Maha-3 Potensi 100 MMSCFD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, 9 Maret 2026 – Kabar baik datang dari kegiatan eksplorasi migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan kontraktor kontrak kerja sama Eni melalui KKKS Eni West Ganal yang menemukan gas dari sumur eksplorasi Maha-3 di perairan Kalimantan Timur.

Sumur tersebut menunjukkan potensi produksi sekitar 100 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD), memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pasokan gas dari lapangan Maha di kawasan laut Kalimantan.

Pemboran sumur Maha-3 dimulai pada 30 Desember 2025 dan berhasil diselesaikan pada 15 Januari 2026. Sumur ini mencapai kedalaman 2.952 meter measured depth (MD) atau 2.603 meter true vertical depth (TVD) dengan target reservoir lapisan T91.

Secara teknis, reservoir yang ditemukan memiliki karakteristik cukup baik. Lapisan gas memiliki ketebalan sekitar 8,7 meter, dengan tekanan reservoir 3.654 psi serta permeabilitas batuan rata-rata 230 miliDarcy, yang menunjukkan kemampuan batuan yang baik dalam mengalirkan fluida hidrokarbon. Reservoir ini berasal dari formasi batuan berumur Pliosen.

Dalam tahap uji produksi, operator menggunakan teknologi XDT-DTT yang memungkinkan pengujian aliran gas tanpa melakukan pembakaran (flaring) di platform lepas pantai. Metode ini dinilai lebih aman sekaligus mencegah gas terbuang ke atmosfer.

Saat ini, sumur Maha-3 memasuki tahap komplesi atau pemasangan peralatan produksi sebagai persiapan menuju fase produksi komersial.

Djoko menjelaskan bahwa produksi dari sumur baru ini akan berfungsi sebagai substitusi atas penurunan produksi dari sumur lain, sehingga kinerja produksi Lapangan Maha tetap terjaga. Bahkan, mulai Oktober 2026, produksi lapangan diproyeksikan meningkat dan kembali memperkuat pasokan gas untuk Kilang LNG Bontang.

Tambahan produksi tersebut diperkirakan dapat menghasilkan sekitar tiga kargo LNG tambahan dari Bontang untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

SKK Migas bersama ENI menargetkan sumur Maha-3 mulai berproduksi (onstream) pada Oktober 2026, setelah seluruh tahapan instalasi dan persiapan produksi rampung.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi aktivitas eksplorasi migas nasional yang diharapkan terus mendorong peningkatan lifting migas sekaligus menjaga ketahanan energi dalam negeri.

“Dengan tambahan produksi dari Maha-3, diharapkan pasokan gas ke kilang LNG Bontang dapat meningkat sehingga memberikan tambahan kargo LNG untuk kebutuhan domestik,” ujar Djoko, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Keberhasilan eksplorasi ini sekaligus menegaskan bahwa peluang penemuan baru di wilayah laut Kalimantan Timur masih terbuka lebar dan berpotensi menjadi penopang produksi gas Indonesia ke depan.

Lifting naik — bisa, bisa, bisa.