Pertagas Catat Kinerja Solid 2025, Siapkan Ekspansi Infrastruktur Energi Nasional, Mantap!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), mencatat kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pada seluruh lini bisnis utama, mulai dari transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi hingga produksi LPG.

Peningkatan kinerja tersebut tercermin dari kenaikan volume penyaluran di hampir seluruh segmen usaha dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh penguatan konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi yang terintegrasi, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan industri dan komersial di berbagai wilayah Indonesia.

Sepanjang 2025, bisnis transportasi gas Pertagas mencatat volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi 2024. Sementara itu, segmen transportasi minyak mencapai lebih dari 174 ribu barel per hari (BOPD) atau tumbuh sekitar 8 persen, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.

Pada lini regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun produksi LPG juga mengalami pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.

Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring mengatakan kinerja positif tersebut juga didorong oleh ekspansi basis pelanggan perusahaan di berbagai sektor. Saat ini layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis, termasuk sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik dan kaca, serta lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai daerah.

“Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat,” ujar Indra dalam keterangan resmi, Selasa (10/3).

Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional. Perusahaan juga terus memperkuat keandalan jaringan melalui optimalisasi operasi, program pemeliharaan berkelanjutan, serta pengelolaan aset secara efisien.

Dari sisi keuangan, secara konsolidasi Pertagas membukukan pendapatan sebesar USD 861,51 juta sepanjang 2025. Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar USD 427,46 juta, meningkat 15,90 persen, sementara laba bersih naik 21,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional dengan volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sekitar 175 ribu BOPD. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal (capex) sekitar USD 75 juta guna pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di sejumlah wilayah operasi.

Salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipa BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Selain itu, setelah rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut guna memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.

“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” kata Indra.

Ke depan, Pertagas juga membuka peluang pengembangan bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, efisiensi rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis energi perusahaan sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus memperluas kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai sektor.