Merdeka Gold Sampaikan Laporan Material ke BEI, Sejumlah Indikator Keuangan 2025 Meleset dari Target

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – PT Merdeka Gold Resources Tbk menyampaikan laporan realisasi proyeksi keuangan tahun buku 2025 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam laporan tersebut, sejumlah indikator keuangan perseroan tercatat tidak mencapai target yang sebelumnya diproyeksikan.

Dalam surat kepada Direktur Penilaian Perusahaan BEI tertanggal 11 Maret 2026, manajemen Merdeka menjelaskan bahwa laporan tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Nomor I-A terkait pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas bagi perusahaan sektor pertambangan mineral dan batubara.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Gold Resources, Adi Adriansyah Sjoekri, mengatakan realisasi total aset perseroan pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan proyeksi yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh realisasi kas dan saldo bank yang lebih rendah dibandingkan proyeksi, terutama akibat perbedaan realisasi biaya pembiayaan dan pembayaran bunga pinjaman,” tulis manajemen dalam laporan tersebut.

Selain itu, terdapat pembayaran biaya pencatatan saham yang sebelumnya tidak dimasukkan dalam asumsi proyeksi awal. Faktor tersebut turut mempengaruhi posisi keuangan akhir perusahaan.

Di sisi lain, pendapatan usaha perseroan tercatat sesuai dengan target yang diproyeksikan atau mencapai 100 persen dari proyeksi. Namun sejumlah indikator lain seperti laba sebelum pajak dan total laba tahun berjalan tidak mencapai target.

Perseroan mencatat laba sebelum pajak yang lebih rendah dari proyeksi. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh peningkatan biaya umum dan administrasi selama tahun berjalan serta meningkatnya beban keuangan.

Kenaikan biaya tersebut sebagian terkait dengan upaya pendanaan untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnis grup.

Akibat berbagai faktor tersebut, Merdeka Gold Resources mencatat rugi tahun berjalan yang lebih besar dibandingkan dengan proyeksi yang sebelumnya disampaikan kepada publik.

Meski demikian, manajemen menyatakan sebagian besar pos keuangan lainnya masih bergerak sejalan dengan asumsi proyeksi yang telah ditetapkan sebelumnya.