Surabaya, Jawa Timur, ruangenergi.com– Aroma rendang dan persiapan mudik sudah mulai terasa seiring berjalannya bulan Ramadan. Bagi masyarakat yang khawatir kehabisan bensin saat pulang kampung atau kesulitan mencari gas untuk memasak, BPH Migas membawa kabar melegakan: Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dijamin aman hingga Lebaran usai.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional saat ini berada dalam kondisi prima. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau belanja panik yang justru sering memicu masalah baru di lapangan.
Jangan Termakan “Gorengan” Media Sosial
Wahyudi menyoroti fenomena unik yang kerap terjadi setiap menjelang hari raya. Seringkali, isu kelangkaan BBM atau LPG bukanlah fakta di lapangan, melainkan akibat framing atau “gorengan” di media sosial.
“Masyarakat sering panik saat ada isu kelangkaan. Padahal, pasokan dari titik-titik vital seperti Surabaya, Malang, dan Madiun mengalir sangat lancar,” tegasnya. Kasus antrean yang sempat viral di beberapa tempat, tambahnya, justru lebih banyak dikomentari dan dibesar-besarkan oleh orang di luar daerah tersebut.
Bagaimana dengan “gas melon” atau LPG 3 kg yang permintaannya selalu melonjak di awal Ramadan? Wahyudi memastikan distribusinya tetap berjalan normal. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan strategi antisipasi dengan menambah pasokan langsung ke tingkat kecamatan jika memang dibutuhkan.
Untuk memastikan semua skenario berjalan lancar, tim BPH Migas tidak hanya duduk di belakang meja. Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar inspeksi jalur distribusi BBM dengan rute Jember hingga Banyuwangi.
Fokus kunjungan ini adalah memastikan kuota subsidi, terutama untuk transportasi umum, tersalurkan dengan tepat. Perjalanan kemudian akan dilanjutkan ke Surabaya guna memastikan gerbang utama distribusi energi ke wilayah Indonesia Timur ini tak mengalami kendala. Rangkaian kegiatan ini juga akan diselingi dengan silaturahmi dan buka puasa bersama di rumah makan lokal yang direkomendasikan warga setempat.
Dalam menjaga suasana tetap kondusif, BPH Migas turut merangkul rekan-rekan media. Dalam diskusi yang dihadiri oleh perwakilan dari Detik.com, TV One, Metro TV, dan Ruang Energi, Wahyudi mengajak insan pers untuk berkolaborasi menyebarkan narasi yang menenangkan.
Peliputan diimbau untuk fokus pada kesiapan menyambut Ramadan dan kelancaran arus mudik. Isu-isu makro yang sensitif, seperti dampak geopolitik perang di Timur Tengah, disarankan untuk tidak ditarik ke ranah publik kecuali sudah ada rilis resmi setingkat menteri.
“Kolaborasi dan framing positif ini penting agar masyarakat tidak bingung. Kita ingin memastikan persepsi publik tetap tenang, karena realita di lapangan memang pasokan kita sangat aman,” tutupnya.
Dengan persiapan matang dari pemerintah dan sinergi bersama media, ibadah puasa hingga tradisi mudik tahun ini diharapkan bisa dinikmati masyarakat dengan nyaman, tanpa bayang-bayang kelangkaan energi.


