pekerja medco

MedcoEnergi Cetak Kinerja Solid 2025, Siap Tancap Gas di 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Selatan, Jakarta, ruangenergi.com-PT Medco Energi Internasional Tbk kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika industri energi global. Sepanjang 2025, perusahaan ini membukukan kinerja operasional yang kuat, meskipun harus menghadapi tekanan penurunan harga komoditas dan sejumlah tantangan non-operasional.

CEO Roberto Lorato menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting bagi perusahaan dan para pemegang saham. Total imbal hasil pemegang saham bahkan mencapai rekor 27%, didukung oleh pengembalian dana sebesar US$110 juta serta pencapaian target produksi migas 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) dan penjualan listrik 4.371 GWh. 

Di sisi keuangan, MedcoEnergi mencatat laba bersih US$101 juta. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, terutama akibat kontribusi yang menurun dari Amman Mineral, penurunan nilai aset non-kas, serta biaya pengeboran yang tidak menghasilkan (dry hole). Namun, EBITDA tetap stabil di level US$1,26 miliar—menunjukkan daya tahan bisnis di tengah harga minyak yang turun sekitar 15%. 

Likuiditas perusahaan juga tetap terjaga dengan kas sebesar US$633 juta. Sementara itu, belanja modal mencapai US$437 juta, mencerminkan agresivitas perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi dan ekspansi energi, termasuk investasi pada fasilitas FPSO Marlin Natuna dan proyek energi terbarukan. 

Dari sisi operasional, pertumbuhan produksi didorong oleh kontribusi lapangan baru seperti Terubuk dan Forel di Natuna, serta performa kuat aset internasional seperti Oman Block 60. Bahkan, menjelang akhir tahun, produksi sempat melampaui 170 mboepd—menjadi sinyal positif bagi prospek jangka panjang. 

Tak hanya migas, lini ketenagalistrikan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, dengan seperempatnya berasal dari energi terbarukan. Ini mempertegas langkah MedcoEnergi dalam transisi menuju energi yang lebih bersih. 

Direktur Utama Hilmi Panigoro menyampaikan optimisme memasuki 2026. Perusahaan menargetkan peningkatan produksi migas hingga 165–170 mboepd serta penjualan listrik 4.550 GWh—keduanya berpotensi kembali mencetak rekor baru. 

Dengan fundamental yang tetap kuat, ekspansi portofolio, serta dorongan ke energi terbarukan, MedcoEnergi tampaknya tidak hanya bertahan—tetapi juga bersiap melaju lebih cepat di tengah transformasi industri energi global.