Wow! Sumur Baru WK Rokan Menggembirakan, Produksi Awal Tembus 795 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Rokan, Riau, ruangenergi.com-Kabar baik kembali datang dari sektor hulu migas nasional. SKK Migas bersama PT Pertamina Hulu Rokan melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan baru yang menunjukkan hasil menjanjikan.

Sumur TOPI-002 yang berada di wilayah kerja (WK) Rokan, tepatnya di struktur Karangan sekitar 20 kilometer dari Kota Duri, berhasil mencatatkan initial production sebesar 795 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini diperoleh dari uji produksi pada lapisan Bekasap (BK2800 Lower) di interval kedalaman 937–939 meter measured depth.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional di tengah tantangan penurunan alami lapangan tua.

Pengeboran Efisien, Biaya Lebih Hemat

Sumur TOPI-002 mulai ditajak pada 2 Maret 2026 dan berhasil diselesaikan hingga kedalaman akhir 1.136 meter MD hanya dalam waktu 25 hari. Meski sedikit melampaui rencana awal 20 hari, proyek ini justru mencatat efisiensi biaya yang signifikan.

Total biaya pengeboran tercatat sekitar USD 935 ribu, atau hanya 76% dari anggaran yang direncanakan.

Secara teknis, pengeboran dilakukan menggunakan metode Directional Drilling tipe J dengan dukungan Rig ACS#23 (750 HP), menunjukkan optimalisasi teknologi dalam pengembangan lapangan.

Ke depan, operator akan melanjutkan uji produksi untuk menentukan laju alir optimal. Langkah ini penting guna menjaga kualitas reservoir serta mencegah produksi air yang berlebihan, yang kerap menjadi tantangan di lapangan tua seperti Rokan.

Keberhasilan sumur ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap target lifting nasional sekaligus memperkuat optimisme industri hulu migas Indonesia.

Dalam laporan resminya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan harapan agar produksi sumur ini dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi nasional.

Semangat optimisme pun digaungkan:

“Bersama kita bisa, lifting naik: BISA, BISA, BISA.”