Laba Turun, Tapi Lampaui Target: MIND ID Kantongi Rp29 Triliun di 2025

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Kinerja keuangan MIND ID sepanjang 2025 menunjukkan dinamika yang menarik. Di satu sisi, laba perusahaan tercatat menurun. Namun di sisi lain, capaian tersebut justru melampaui target yang telah ditetapkan.

Holding industri pertambangan BUMN ini membukukan laba sebesar Rp29 triliun pada 2025, atau turun 27,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut diklaim masih 13% lebih tinggi dari target internal perusahaan.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena proses audit laporan keuangan konsolidasi masih berlangsung.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari optimalisasi operasional di tengah berbagai tantangan, serta pengendalian biaya yang disiplin,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR, Senin (13/4/2026).

Di tengah penurunan laba, MIND ID justru mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp159 triliun, naik 9,5% dibandingkan Rp145,2 triliun pada 2024. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp42 triliun, mencerminkan ketahanan operasional perusahaan.

Memasuki 2026, MIND ID bersiap mengakselerasi kinerja melalui optimalisasi seluruh portofolio tambang. Dukungan datang dari persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang tepat waktu, kesiapan alat produksi, hingga peningkatan kapasitas logistik.

Strategi ini tercermin dalam target produksi sejumlah komoditas utama yang mayoritas dipatok meningkat.

Produksi batu bara oleh PT Bukit Asam Tbk ditargetkan naik 5% menjadi 49,5 juta ton. Sementara itu, lonjakan paling signifikan terlihat pada bauksit yang ditargetkan melonjak 89% menjadi 5,3 juta ton.

Untuk komoditas emas, yang diproduksi antara lain oleh PT Aneka Tambang Tbk dan PT Freeport Indonesia, MIND ID menargetkan kenaikan produksi sebesar 6% menjadi 31,7 ton.

Di sektor nikel, produksi bijih dari Antam dan PT Vale Indonesia Tbk diproyeksikan melonjak 33% menjadi 24,4 juta wmt. Sementara produksi feronikel ditargetkan naik 14%.

Tak ketinggalan, produksi timah oleh PT Timah Tbk juga dipatok meningkat tajam hingga 63% menjadi 29.100 ton.

Namun, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Produksi aluminium oleh PT Indonesia Asahan Aluminium justru ditargetkan turun tipis 2% menjadi 275.000 ton. Begitu pula nickel matte yang sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya.

Maroef menegaskan, arah strategi MIND ID ke depan tetap berfokus pada penguatan hilirisasi, efisiensi operasional, dan penciptaan nilai tambah berkelanjutan.

“Secara keseluruhan, target 2026 mencerminkan fokus kami pada penguatan hilirisasi dan peningkatan efisiensi untuk menciptakan nilai tambah,” tegasnya.

Dengan kombinasi efisiensi, ekspansi produksi, dan dorongan hilirisasi, MIND ID tampak berupaya menjaga momentum—meski di tengah tekanan laba yang mulai terasa.