Bengkulu, ruangenergi.com— Gelombang keluhan datang dari warga Kota Bengkulu yang mulai gerah dengan frekuensi pemadaman listrik yang kian sering terjadi. Gangguan aliran listrik dari PT PLN (Persero) disebut berlangsung tak menentu—pagi, siang, hingga malam—tanpa pola yang jelas.
Bagi masyarakat, kondisi ini bukan sekadar gangguan kecil. Pemadaman mendadak justru memunculkan kekhawatiran baru: kerusakan peralatan elektronik rumah tangga yang nilainya tidak sedikit.
“Kami tentu kecewa dengan kinerja dan pelayanan PLN. Pemadaman mendadak seperti ini sangat merugikan, terutama bagi peralatan seperti kulkas, dispenser, magic com, hingga AC yang harus menyala terus-menerus,” ujar seorang warga di Kelurahan Tebeng, Sabtu (2/5/2026), seperti dilaporkan koresponden ruangenergi.com Arun T.
Keluhan tersebut menggambarkan keresahan yang meluas. Warga menilai, pemadaman berulang bukan hanya menghambat aktivitas harian, tetapi juga berpotensi memperpendek usia pakai perangkat elektronik akibat lonjakan dan penurunan tegangan yang tidak stabil.
Di tengah meningkatnya ketergantungan rumah tangga pada listrik, gangguan yang terus terjadi ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap kenyamanan dan produktivitas. Aktivitas sederhana seperti memasak, menyimpan bahan makanan, hingga bekerja dari rumah menjadi terganggu.
Masyarakat pun mendesak pihak PLN untuk bertindak lebih responsif dan transparan. Mereka berharap ada penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan, sekaligus langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pasokan listrik di wilayah tersebut.
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir dampak kerugian tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga berpotensi mengganggu roda ekonomi lokal yang bergantung pada kestabilan listrik.


