MIND ID Tancap Gas Hilirisasi Tembaga–Emas di Gresik, Bidik Industri Strategis Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Gresik,Jatim, ruangenergi.com — MIND ID resmi memulai babak baru hilirisasi mineral nasional. Bertempat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, holding industri pertambangan pelat merah ini melakukan groundbreaking proyek hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi, Rabu (29/4/2026).

Proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas industri biasa. Ia dirancang sebagai simpul penting rantai pasok strategis nasional—menghubungkan pengolahan bahan mentah hingga produk akhir bernilai tinggi, termasuk komponen untuk industri pertahanan.

Bahan bakunya berasal dari konsentrat tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI). Melalui fasilitas peleburan di Gresik, konsentrat tersebut diolah menjadi katoda tembaga, yang kemudian diproses lebih lanjut menjadi produk brass mill dan brass cup oleh PT Pindad di bawah holding DEFEND ID, dengan kapasitas mencapai 10.000 ton per tahun.

Tak berhenti di situ, produk samping berupa lumpur anoda juga dimanfaatkan. Melalui pabrik pemurnian milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam), material tersebut diolah menjadi emas batangan dengan kapasitas produksi hingga 30 ton per tahun, atau setara 5 juta keping logam mulia.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari gelombang besar pembangunan industri nasional.

“Ini momentum untuk menegaskan arah besar pembangunan nasional—bahwa Indonesia memilih berdiri sebagai bangsa industri yang berdaulat,” ujarnya.

Menurut Tedy, hilirisasi tidak lagi dimaknai sekadar ekspor bahan mentah, melainkan transformasi menuju produk bernilai tambah tinggi yang diproduksi di dalam negeri. Ia menyebut proyek ini sebagai fondasi penguatan industri strategis dari hulu hingga hilir, termasuk sektor pertahanan.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Emil Dardak menyatakan bahwa KEK JIIPE diproyeksikan menjadi magnet bagi industri berdaya saing global.

“Infrastruktur, ekosistem industri, dan kehadiran pelaku usaha yang saling terhubung menjadi kunci. Kehadiran smelter PTFI telah membuka jalan bagi investasi lanjutan seperti Pindad dan Antam,” jelasnya.

Groundbreaking ini menjadi bagian dari peluncuran serentak 13 proyek hilirisasi fase kedua yang diinisiasi Danantara Indonesia. Peresmian dilakukan secara virtual oleh Prabowo Subianto dari Cilacap.

Dengan proyek ini, Gresik kian menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat industri hilir mineral nasional—tempat di mana kekayaan alam tak lagi diekspor mentah, melainkan diolah menjadi kekuatan ekonomi dan strategis bagi Indonesia.