4500 Calon Mahasiswa ITPLN Berebut Tiket Ikatan Kerja PLN 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Sebanyak 4.500 calon mahasiswa baru 2026 mengikuti tes akademik dan kemampuan bahasa Inggris atau Akding Institut Teknologi PLN (ITPLN). Tes Akding ini bagian dari seleksi program ikatan kerja PLN Group untuk tahun akademik 2026. Seleksi tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi peserta yang ingin memperoleh peluang kerja langsung di lingkungan PLN setelah lulus kuliah.

Direktur Pemasaran dan Admisi ITPLN, Andi Dahroni, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap program ikatan kerja PLN terus meningkat setiap tahun. Menurut dia, jalur tersebut menjadi daya tarik karena memberikan kepastian pengembangan karier bagi lulusan.

“Program ikatan kerja ini bukan hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membuka peluang karier yang jelas di PLN Group. Karena itu proses seleksinya dibuat ketat dan objektif,” ujar Andi dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, pelaksanaan Akding digelar untuk mengukur kemampuan dasar peserta, mulai dari matematika, logika, analisis, hingga kemampuan bahasa Inggris. Materi bahasa Inggris yang diujikan meliputi grammar dan reading comprehension guna memastikan calon mahasiswa memiliki kesiapan akademik yang memadai.

“Akding menjadi tahap krusial setelah seleksi administrasi dan sebelum peserta menjalani psikotes maupun wawancara,” tegasnya.

Dari tahapan tersebut, lanjut Andi, panitia akan menyaring calon mahasiswa yang dinilai memiliki kemampuan akademik dan kesiapan mental untuk mengikuti pendidikan berbasis ketenagalistrikan.

Selain peluang ikatan kerja, peserta yang lolos seleksi juga akan memperoleh berbagai keuntungan lain seperti kesempatan magang di PLN Group dan sertifikasi kompetensi sesuai bidang studi. Fasilitas itu disebut menjadi bagian dari upaya ITPLN mencetak sumber daya manusia unggul di sektor energi dan kelistrikan nasional.

Andi menambahkan, ITPLN terus memperkuat kualitas pendidikan dan kemitraan industri agar lulusan memiliki daya saing tinggi. Dari sisi akademik, ungkapnya, ITPLN menerapkan sistem pembelajaran SMART 4-4-2.

“Skema ini terdiri atas 40 persen teori oleh dosen, 40 persen pembelajaran berbasis problem solving bersama praktisi industri, dan 20 persen pengalaman lapangan seperti kunjungan industri dan praktik langsung,” kata Andi.

Ia menegaskan, model tersebut dirancang agar lulusan ITPLN tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di industri energi.

Tak hanya itu, Andi juga memastikan semua mahasiswa ITPLN akan mendapatkan sertifikat kompetensi level internasional dan nasional untuk menunjang kesiapan lulusan. Dia juga berpesan agar calon mahasiswa ITPLN memantau hasil tes Akding pada kanal resmi agar tidak terjerat penipuan yang mengatasnamakan kampus.

“Kami ingin memastikan lulusan ITPLN tidak hanya siap kerja, tap mampu menjawab tantangan transisi energi di Indonesia. Bagi yang tidak lolos Ikatan Kerja PLN, masih berpeluang masuk reguler, sehingga lulusan ITPLN nantinya tidak hanya terserap PLN Group, tapi juga bisa masuk industri terkait lainnya,” tandasnya.