BSD, Tangerang Selatan, ruangenergi.com— Di tengah hiruk-pikuk perayaan 50 tahun Indonesian Petroleum Association (IPA Convex 2026) di ICE BSD, booth PT Medco Energi Internasional Tbk menjadi salah satu titik perhatian pengunjung.
Bukan hanya karena skala bisnisnya yang terus membesar, tetapi juga karena pesan transformasi yang dibawa perusahaan energi nasional tersebut: bertumbuh agresif sambil tetap menjaga komitmen transisi energi.
Dalam pemaparannya di booth MedcoEnergi, SVP Business Support PT Medco E&P Indonesia, Iwan Prajogi, menegaskan bahwa MedcoEnergi kini tidak lagi sekadar perusahaan minyak dan gas, melainkan perusahaan energi terintegrasi dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, digitalisasi, dan efisiensi operasi.
“Gas masih menjadi tulang punggung transisi energi Indonesia. Karena itu Medco terus memperkuat portofolio gas domestik sekaligus membangun fondasi digital untuk mendukung operasi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” paparnya di hadapan pengunjung dan pelaku industri energi, termasuk ruangenergi.com.
Saat ini, MedcoEnergi memiliki operasi yang tersebar di Asia Tenggara dan Timur Tengah, dengan bisnis yang mencakup minyak dan gas, pembangkit energi bersih, hingga tambang tembaga dan emas.
Dalam paparannya, Iwan menyoroti posisi Medco sebagai salah satu produsen gas andalan nasional. Hingga kuartal pertama 2026, produksi migas bruto Medco tercatat melampaui 350 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), dengan komposisi gas mencapai 72 persen. Produksi gas bruto perusahaan mencapai 1.245 mmscfd.
“Gas bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Iwan bercerita, salah satu fokus besar Medco saat ini adalah memperkuat jejak operasi di Sumatera Selatan. Lewat akuisisi dan pengembangan blok migas strategis seperti Corridor PSC dan Sakakemang PSC, Medco menargetkan peningkatan produksi signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Akuisisi Corridor PSC bahkan meningkatkan kepemilikan Medco dari 46 persen menjadi 70 persen dengan tambahan dampak produksi sekitar 25 mboepd serta cadangan 2P sebesar 58 mmboe. Sementara produksi pertama Sakakemang ditargetkan mulai pada kuartal III 2027.
Langkah ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Medco untuk menjaga pertumbuhan produksi migas sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama gas domestik.
Namun yang menarik, pemaparan Iwan tidak hanya bicara soal sumur dan produksi. Ia juga menyoroti bagaimana transformasi digital kini menjadi salah satu “mesin baru” perusahaan.
MedcoEnergi saat ini menjalankan strategi digital lima tahun dengan empat pilar utama: memperkuat fondasi digital, membangun model operasi digital, mendorong transformasi bisnis, dan memperkuat keamanan siber.
Perusahaan juga mulai mengintegrasikan AI dan machine learning untuk meningkatkan efisiensi operasi, keselamatan kerja, hingga keberlanjutan bisnis.
“AI dan machine learning bukan sekadar proyek teknologi, tapi bagian dari transformasi bisnis jangka panjang,” jelas Iwan.
Di booth Medco, pengunjung juga diperlihatkan bagaimana data dan teknologi menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan operasi migas modern.
Di tengah sorotan global terhadap isu lingkungan, MedcoEnergi juga menampilkan capaian ESG dan transisi energinya. Perusahaan telah meningkatkan porsi energi terbarukan dalam kapasitas pembangkit hingga 26 persen pada 2025, serta memperoleh rating ESG AAA dari MSCI per Maret 2026.
Selain mengembangkan panas bumi Ijen dan Bonjol, Medco juga memperluas proyek solar PV di Bali dan Sumbawa.
Bagi Medco, transisi energi bukan berarti meninggalkan migas secara mendadak, melainkan menyiapkan keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan target keberlanjutan.
Memasuki 2026, MedcoEnergi mematok panduan produksi migas sebesar 165–170 mboepd, dengan penjualan listrik mencapai 4.550 GWh.
Di tengah volatilitas harga energi global, perusahaan tetap optimistis berkat kombinasi aset migas, energi bersih, dan mineral strategis yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Di IPA Convex ke-50 tahun ini, pesan Medco cukup jelas: perusahaan energi masa depan bukan hanya yang mampu memproduksi energi, tetapi juga yang mampu bertransformasi.

