Di Tengah Tekanan Produksi, EMCL Optimistis Pertahankan Peran sebagai Tulang Punggung Migas Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di tengah tantangan penurunan produksi akibat faktor alamiah lapangan migas yang semakin matang, operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited, memastikan telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kinerja produksi minyak nasional.

Hal itu disampaikan Senior Vice President dan Direktur Produksi ExxonMobil Indonesia, Muhammad Hurdin, dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI dan SKK Migas.

Menurut Hurdin, penurunan produksi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari decline rate atau laju penurunan alamiah yang umum terjadi pada lapangan migas yang telah lama berproduksi. Meski demikian, ExxonMobil bersama para mitra dan SKK Migas telah menyusun sejumlah strategi untuk memaksimalkan potensi yang masih tersedia di Blok Cepu.

“Kami telah menyiapkan beberapa langkah strategis, mulai dari mengoptimalkan peluang di bawah permukaan (subsurface opportunity), memaksimalkan fasilitas produksi di permukaan (surface facilities), hingga meningkatkan keandalan fasilitas operasi agar tidak terjadi downtime yang dapat mengurangi produksi,” ujarnya.

Blok Cepu selama ini menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional. Karena itu, menjaga stabilitas produksinya menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan pelaku industri migas.

Selain mengoptimalkan potensi cadangan yang masih tersedia, ExxonMobil juga menaruh perhatian besar pada peningkatan efisiensi operasi. Keandalan fasilitas produksi dinilai menjadi faktor krusial untuk memastikan setiap barel minyak yang dapat diproduksikan bisa tersalurkan secara optimal.

Hurdin menegaskan bahwa perusahaan mengandalkan teknologi serta pengalaman operasional global ExxonMobil untuk menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperlambat laju penurunan produksi sekaligus mempertahankan kontribusi Blok Cepu terhadap ketahanan energi nasional.

“Kami yakin dengan teknologi yang kami miliki serta kemampuan operational excellence, berbagai target yang telah direncanakan dapat dicapai,” katanya.

Di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi migas nasional, keberhasilan strategi optimasi di Blok Cepu akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pasokan minyak domestik dan mengurangi tekanan terhadap kebutuhan impor energi Indonesia.