exxonmobil

Terobosan SKK Migas! Sumur Idle Banyu Urip Disulap Jadi Penghasil 3.500 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari lapangan migas andalan nasional, Banyu Urip. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Selasa (1/7/2026) melaporkan keberhasilan menghidupkan kembali sumur idle C-12 yang sebelumnya sempat ditutup akibat tingginya kandungan gas dan air.

Sumur C-12 sebelumnya dianggap kurang ekonomis karena memiliki gas-oil ratio (GOR) sangat tinggi, mencapai 3.950 standard cubic feet (scf) per barel, dengan kandungan air (water cut) mencapai 54 persen. Kondisi itu membuat produksi minyak dari sumur tersebut tidak optimal.

Namun, melalui inovasi teknik dengan injeksi bahan kimia khusus ke dalam reservoir melalui lubang perforasi, aliran gas dan air yang berlebih berhasil ditekan. Hasilnya, sumur yang semula “tidur” kini kembali produktif.

“Alhamdulillah, sumur C-12 kini mampu mengalirkan minyak sebesar 3.700 barel per hari (BOPD), dengan kandungan gas turun drastis menjadi 500 scf per barel dan water cut hanya 9 persen. Net oil yang dihasilkan mencapai sekitar 3.500 BOPD,” ujar Djoko dalam laporannya.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan lifting minyak nasional, terutama di tengah tantangan penurunan produksi dari lapangan-lapangan tua.

Lebih jauh, Djoko mengungkapkan masih ada sekitar lima sumur idle lainnya di Lapangan Banyu Urip Field yang berpotensi mendapatkan perlakuan serupa.

Jika strategi ini berhasil direplikasi, bukan tidak mungkin tambahan produksi minyak dari Banyu Urip bisa bertambah signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

SKK Migas bersama ExxonMobil kini berharap performa sumur C-12 bisa stabil hingga akhir tahun, sekaligus menjadi model revitalisasi sumur-sumur idle lainnya.

Dengan keberhasilan ini, optimisme untuk mendongkrak lifting nasional kembali menguat. Seperti slogan yang digaungkan SKK Migas: Lifting Naik? Bisa, bisa, bisa!