Catat Ya, Bukan Sekadar Injeksi Air, Uji Jatibarang Jadi Kunci Masa Depan CCS Pertamina

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Indramayu, Jawa Barat, ruangenergi.com-PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali menunjukkan kemampuannya di luar layanan pengeboran (Non-Rig Services) melalui keberhasilan pelaksanaan Water Injectivity Test (WIT) di Sumur JTB-156, Lapangan Jatibarang, Pertamina EP Regional 2 Zona 7. Pengujian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat data karakteristik reservoir yang akan mendukung pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) di lingkungan Pertamina Group.

Pelaksanaan WIT yang dilakukan pada Selasa (14/7) bukan sekadar menguji kemampuan sumur menerima fluida injeksi. Lebih dari itu, kegiatan ini menghasilkan data teknis yang akan menjadi pijakan dalam pengembangan Waterflood Optimization (WFO) sekaligus mengevaluasi kesiapan reservoir untuk menerima injeksi karbon dioksida (CO₂) pada implementasi CCS di masa mendatang.

Keberhasilan proyek perdana tersebut sekaligus menegaskan kapabilitas layanan Non-Rig Services Pertamina Drilling, khususnya di bidang cementing, dalam mendukung berbagai program peningkatan produksi migas sekaligus transisi menuju operasi yang lebih ramah lingkungan.

VP Non Rig Services Pertamina Drilling, Ryan Aditya Surya Wijaya, mengatakan Water Injectivity Test merupakan pekerjaan pertama yang dijalankan oleh unit cementing Pertamina Drilling. Dalam pelaksanaannya, air hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Balongan dipompa ke dalam sumur dengan laju alir, volume, dan tekanan yang telah ditentukan untuk mengukur kemampuan reservoir menerima fluida injeksi.

“Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan operasional Pertamina Drilling untuk mendukung berbagai pekerjaan injeksi, termasuk pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) maupun Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) yang membutuhkan standar keselamatan, keandalan, dan keunggulan operasional yang tinggi,” ujar Ryan.

Sementara itu, SM Subsurface Development & Planning Pertamina EP Zona 7, Wisnu Wibowo, menjelaskan bahwa WIT merupakan bagian dari program Waterflood Optimization di Lapangan Jatibarang yang memanfaatkan air hasil pengolahan IPAL Balongan sebagai sumber air injeksi.

Menurut Wisnu, pengujian rutin dilakukan untuk memastikan tekanan reservoir tetap terjaga sekaligus mengevaluasi kemampuan sumur menerima fluida tanpa melampaui fracture pressure yang telah ditetapkan.

“Hasil pengujian menjadi dasar pengembangan lanjutan lapisan F di Lapangan Jatibarang,” jelasnya.

Keberhasilan operasi ini juga menunjukkan keandalan peralatan pemompaan bertekanan tinggi milik Pertamina Drilling. Seluruh proses didukung safety automatic protection system (over pressure quick neutral) yang mampu menjaga tekanan tetap berada dalam batas operasi aman. Sistem tersebut berperan penting dalam melindungi personel, menjaga integritas peralatan dan sumur, serta memastikan operasi berjalan dengan standar keselamatan yang tinggi.

Melalui keberhasilan Water Injectivity Test ini, Pertamina Drilling tidak hanya memperluas portofolio layanan Non-Rig Services, tetapi juga mempertegas perannya sebagai mitra strategis Pertamina Group dalam mendukung peningkatan produksi migas sekaligus mempersiapkan implementasi teknologi CCS/CCUS sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi industri energi nasional.