Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas perannya di tingkat internasional dengan menggandeng Autoridade Nacional do Petróleo (ANP) Timor Leste dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor pengeboran minyak dan gas.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis yang tidak hanya mempererat hubungan kedua negara, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya generasi baru tenaga ahli migas di kawasan.
Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Pusat Pertamina Drilling, Jakarta, Senin (20/7), yang mencakup berbagai program peningkatan kapasitas, mulai dari pelatihan jasa pengeboran, penugasan sementara (secondment), kunjungan lapangan ke rig pengeboran, hingga pengembangan kompetensi tenaga kerja migas.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak juga menandatangani Services Agreement untuk pelaksanaan Drilling & Well Engineering Secondment Program, sebuah program intensif yang dirancang agar peserta dari ANP Timor Leste dapat belajar langsung dari pengalaman operasional Pertamina Drilling.
Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pembelajaran komprehensif mengenai drilling engineering, perencanaan sumur, operasi pengeboran, pengendalian sumur (well control), operasi rig, aspek keselamatan kerja (Health, Safety and Environment/HSE), hingga praktik terbaik di industri pengeboran migas. Tak hanya di ruang kelas, mereka juga akan terjun ke lapangan untuk mengamati langsung penerapan standar operasi di fasilitas pengeboran.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar kesepakatan bisnis.
“Kerja sama ini lebih dari sekadar perjanjian institusi. Ini mencerminkan hubungan erat Indonesia dan Timor Leste serta aspirasi bersama untuk membangun sektor energi yang kapabel, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Avep.
Menurutnya, pengalaman panjang Pertamina di industri energi menjadi modal penting untuk membantu meningkatkan kapasitas SDM migas Timor Leste.
Ia menjelaskan bahwa peserta program akan memperoleh pelatihan terstruktur, pertukaran pengetahuan teknis, kunjungan ke rig pengeboran, hingga pengalaman langsung mengenai operasi pengeboran, standar keselamatan, dan praktik rekayasa di lapangan.
“Kami berharap pengalaman Pertamina Drilling dalam memberikan layanan pengeboran terintegrasi dapat berkontribusi pada pengembangan profesional Timor Leste, khususnya di bidang drilling engineering, operasi rig, dan jasa penunjang migas,” katanya.
Avep menambahkan, kolaborasi tersebut bukan sekadar transfer pengetahuan satu arah, melainkan wadah pembelajaran bersama yang akan memperkuat kapasitas kelembagaan kedua negara.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai mitra bisnis, tetapi juga sebagai mitra pembangunan jangka panjang yang berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas lokal, pengetahuan, dan penguatan institusi di Timor Leste,” ujarnya.
Di sisi lain, President of ANP Timor Leste, Gualdino do Carmo da Silva, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pertamina Drilling dalam mendukung pembangunan industri migas negaranya.
Ia mengungkapkan bahwa Timor Leste kini tengah mempersiapkan babak baru pengembangan sektor hulu migas setelah produksi nasional berhenti pada 2025 karena pertimbangan ekonomi. Pemerintah menargetkan dimulainya kembali aktivitas eksplorasi dan pengeboran dalam beberapa tahun mendatang.
“Ada banyak pilihan bagi Timor Leste untuk bekerja sama, tetapi kami selalu percaya kepada Indonesia sebagai kakak kami. Karena itu kami datang ke Indonesia untuk belajar dari pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki Indonesia,” ujar Gualdino.
Ia juga berharap kerja sama dengan Pertamina dapat diperluas, tidak hanya dalam pengembangan SDM, tetapi juga pada sektor eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Pertamina sebagai salah satu mitra strategis dalam pembangunan ekonomi Timor Leste. Kami yakin kerja sama ini menjadi fondasi yang kuat bagi kolaborasi yang berkelanjutan antara kedua negara,” katanya.
Sementara itu, Pjs. VP Business Development International Market Pertamina, Muhammad Agus Iqbal Mutaqien, menilai pengembangan kompetensi SDM merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam membangun industri energi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste.
Penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri jajaran manajemen Pertamina Drilling, ANP Timor Leste, dan Pertamina Grup, menandai dimulainya babak baru kolaborasi strategis yang diharapkan mampu melahirkan tenaga profesional migas berstandar internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan kompetensi pengeboran di kawasan Asia Tenggara.

