Pertamina Sabet Anugerah ESG 2026, Bangun Budaya Keberlanjutan dari Ruang Kelas hingga Ruang Direksi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com– PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi di bidang keberlanjutan. Melalui program Pertamina Sustainability Academy (PSA), perusahaan energi nasional ini berhasil meraih Anugerah Utama Sektor Energi pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026, sebuah pengakuan atas keberhasilan Pertamina membangun kompetensi dan budaya keberlanjutan sebagai fondasi transformasi bisnis jangka panjang.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Pertamina tidak berhenti pada pemenuhan regulasi. Sebaliknya, perusahaan menjadikan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis, budaya kerja, hingga proses pengambilan keputusan di seluruh tingkatan organisasi.

Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa ESG kini telah menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan.

“ESG harus dipandang sebagai investasi strategis yang mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang tangguh, berkelanjutan, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Komitmen tersebut diterjemahkan Pertamina melalui Pertamina Sustainability Academy yang dirancang untuk memperkuat kapasitas seluruh insan perusahaan, mulai dari level operasional hingga Direksi dan Dewan Komisaris.

Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, mengatakan keberhasilan transformasi energi pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.

“Transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia. Karena itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali Perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina,” kata Wenny.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju just transition, di mana keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan insan perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan.

“Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG. Penguatan kapabilitas dan budaya menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menjalankan transformasi bisnis sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat,” tambahnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa ESG kini telah menjadi bagian dari identitas perusahaan.

“ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan, tetapi harus menjadi kompetensi dan budaya yang hidup dalam keseharian setiap Perwira Pertamina. Ketika seluruh insan perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang sama, implementasi ESG akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis yang kami jalankan,” ujarnya.

Pertamina Sustainability Academy menghadirkan berbagai program pembelajaran berjenjang, mulai dari Mandatory Sustainability Training, Sustainability Awareness Program, Sustainability Accelerator Program, Sustainability Masterclass, hingga Sustainability Transcendence Forum bagi Direksi dan Dewan Komisaris.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, PSA juga memperkuat budaya keberlanjutan melalui berbagai inisiatif seperti Jejak Keberlanjutan, podcast keberlanjutan, Sustainability Insight, serta komunikasi internal yang mendorong seluruh Perwira Pertamina memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ESG dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan pendekatan yang menggabungkan penguatan kapabilitas dan pembangunan budaya secara beriringan, Pertamina terus membangun organisasi yang adaptif menghadapi tantangan transisi energi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing perusahaan, mempercepat transformasi bisnis berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.