Wow Keren! Modernisasi Pertanian Jadi Kunci Masa Depan, FSII Gelar Forum Nasional dan Innovation Award 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Ketahanan pangan dan energi tidak lagi cukup diwujudkan hanya dengan membuka lahan pertanian baru. Kunci keberhasilannya kini bergeser pada kemampuan menghadirkan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Pesan itulah yang akan menjadi benang merah dalam Forum Diskusi Nasional bertajuk “Peningkatan Produksi Melalui Inovasi Pertanian Modern Menuju Indonesia Swasembada Pangan & Energi” yang digelar Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) bersama Tender Indonesia pada Kamis, 30 Juli 2026, di ajang The 12th INAGRITECH 2026, JIExpo Kemayoran Hall A2, Jakarta.

Forum yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia ini menjadi ruang pertemuan pemerintah, industri, akademisi, dan pelaku usaha untuk membahas strategi mempercepat modernisasi sektor pertanian nasional.

Menurut penyelenggara, target Indonesia menjadi negara swasembada pangan sekaligus energi hanya dapat diwujudkan melalui transformasi menyeluruh. Mulai dari mekanisasi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur seperti irigasi dan bendungan, pemanfaatan teknologi digital hingga Internet of Things (IoT), sampai penguatan sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset.

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI Widiastuti, S.E., M.Si., serta Senior Vice President PT Pupuk Indonesia (Persero), Gita Bina Nugraha, yang akan membahas arah kebijakan dan strategi peningkatan produktivitas pertanian Indonesia di tengah tantangan global.

Tak hanya menjadi ajang diskusi, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan FSII Innovation Award – Agricultural Productivity for Food & Bioenergy, sebuah penghargaan bagi tokoh dan korporasi yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan bioenergi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah tokoh yang akan menerima penghargaan berasal dari berbagai bidang strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian, rekayasa mekanisasi, pengembangan biomassa, inovasi teknologi pertanian, hingga riset sensor dan mikroba untuk meningkatkan hasil produksi.

Di antaranya adalah Ir. Kimron Manik, M.Sc., yang dinilai berperan dalam peningkatan produktivitas tenaga kerja konstruksi untuk pembangunan bendungan dan jaringan irigasi; Dr. Ir. Agung Prabowo, M.Eng., yang dikenal melalui berbagai inovasi mekanisasi dan pertanian presisi berbasis IoT; Hokkop Situngkir, Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia yang mendorong pengembangan biomassa untuk program cofiring; serta Dr. Ir. Sumanggar Milton Pakpahan, Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI), yang aktif mengembangkan biomassa sebagai sumber energi primer nasional.

Penghargaan juga diberikan kepada kalangan akademisi, yakni Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr., dengan inovasi proteksi tanaman dan mikroba, Prof. Dr. Ir. Irzaman, M.Si., melalui pengembangan sensor dan kompor sekam untuk industri kecil, serta Riza Muhida, ST., M.Eng., Ph.D., yang berkontribusi dalam inovasi peralatan pertanian.

Pada kategori korporasi, penghargaan diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR) berbasis pemberdayaan masyarakat. Indonesia Power diapresiasi atas pendampingan petani kopi dari hulu hingga pemasaran ritel, PLN Nusantara Power atas pengembangan kopi organik, serta Pertamina melalui program pemberdayaan dan pengembangan petani kakao.

Penilaian penghargaan dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara langsung oleh tim independen yang terdiri atas Dr.-Ing. Pudji Untoro sebagai Pembina FSII, Tito Loho selaku Chairman FSII, Sarah Maryatie sebagai Vice Chairman FSII, dan Johannes sebagai Director Program FSII.

Melalui forum ini, FSII berharap inovasi tidak berhenti di laboratorium atau ruang diskusi, tetapi mampu diterapkan secara nyata di lapangan sehingga menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas pertanian nasional. Dengan demikian, cita-cita Indonesia mencapai swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan energi berbasis bioenergi dapat diwujudkan secara lebih cepat dan berkelanjutan.