Wow Keren! Perburuan Cadangan Migas Dimulai, PHE Genjot Eksplorasi Tingkilan-001 di Kaltara

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Tanjung Selor, Kaltara, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Lepas Pantai Bunyu (LPB) mulai mematangkan langkah eksplorasi Sumur Tingkilan-001 di Kalimantan Utara sebagai bagian dari upaya menemukan sumber daya migas baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi proyek eksplorasi di Tanjung Selor pada 22 Juli 2026 yang melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Bulungan, SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), Forkopimda, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, PHE LPB memaparkan rencana pengeboran Sumur Tingkilan-001 di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Selain menjelaskan aspek teknis eksplorasi, perusahaan juga menekankan komitmennya terhadap keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.

Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, mengatakan keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi fondasi penting agar proyek strategis ini berjalan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat, sehingga proyek eksplorasi Tingkilan dapat dijalankan dengan selamat, andal, patuh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Dony, investasi eksplorasi menjadi strategi utama PHI untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Melalui berbagai anak perusahaan, PHI terus memburu potensi sumber daya baru demi menambah cadangan migas, khususnya di wilayah Kalimantan.

“Di PHI, kami berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi dari Kalimantan untuk puluhan tahun mendatang,” katanya.

Sumur Tingkilan-001 sendiri merupakan bagian dari rencana kerja di Wilayah Kerja (WK) Maratua. Target eksplorasi difokuskan pada Formasi Menumbar yang dinilai memiliki prospek hidrokarbon berdasarkan hasil kajian geologi, interpretasi data seismik, serta kemiripan karakteristik dengan sumur-sumur eksplorasi di kawasan sekitarnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Utara, H. Sapi’I, menilai proyek tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemprov Kalimantan Utara siap terus berkolaborasi agar seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Wilayah Kalsul, Wisnu Wardhana. Ia menegaskan keberhasilan eksplorasi tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga bergantung pada dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, SKK Migas akan memastikan setiap tahapan kegiatan hulu migas dilaksanakan sesuai ketentuan dengan mengedepankan aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, serta keterbukaan informasi kepada publik.

Dukungan masyarakat juga mulai menguat. Kepala Desa Mangkupadi, Muhamad Halid, menilai sosialisasi yang dilakukan PHE LPB memberikan gambaran yang jelas mengenai rencana kegiatan eksplorasi.

Ia berharap komunikasi yang baik terus terjalin sehingga masyarakat dapat memahami proses eksplorasi, menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus memperoleh manfaat dari kehadiran industri hulu migas.

Di sisi lain, persiapan proyek juga mengalami kemajuan penting. PHE LPB telah menerima dokumen Hak Guna Usaha (HGU) sebagai tindak lanjut proses pembebasan lahan pengeboran dari PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP). Serah terima dokumen berlangsung di Jakarta pada 23 Juli 2026.

Direktur PT BCAP, Bambang Sulis, menegaskan pihaknya mendukung penuh kegiatan eksplorasi yang dijalankan Pertamina.

“Kegiatan Pertamina merupakan kegiatan negara dan demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. PT BCAP akan selalu mendukung kegiatan Pertamina yang berada di area perkebunan PT BCAP,” ujarnya.

Assistant Manager Land Matters & Formalities PHI, Adi Suryana, mengapresiasi sinergi tersebut. Menurutnya, penyelesaian aspek formalitas lahan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kegiatan pengeboran Sumur Tingkilan-001 dapat berjalan sesuai rencana.

Dengan dukungan pemerintah, SKK Migas, masyarakat, dan mitra usaha, PHE Lepas Pantai Bunyu optimistis eksplorasi Sumur Tingkilan-001 akan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan cadangan migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.