Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Program Enhanced Oil Recovery (EOR) mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Keberhasilan penerapan teknologi peningkatan perolehan minyak di sejumlah lapangan migas menjadi modal penting untuk memperluas program serupa ke lapangan-lapangan lainnya di Indonesia.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan, keberhasilan program EOR antara lain terlihat di Lapangan Walio, Papua; Tanjung, Kalimantan Timur; Balam yang dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR); serta Meruap di Sumatra.

“Alhamdulillah, keberhasilan program EOR di beberapa lapangan seperti Walio Papua, Tanjung Kaltim, Balam PHR dan Meruap Sumatra, masing-masing 150 BOPD selama enam bulan injeksi,” ujar Djoko dalam laporan pada Jumat (21/8/2026), seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Menurut Djoko, capaian tersebut kemudian menjadi bahan sharing session kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), khususnya yang memiliki potensi untuk menerapkan metode EOR.
Langkah ini menjadi penting karena Indonesia masih memiliki banyak lapangan minyak mature field yang produksinya terus menurun, namun menyimpan potensi minyak yang masih dapat diproduksikan melalui teknologi peningkatan perolehan.
SKK Migas mencatat sedikitnya 22 lapangan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui program serupa, dengan potensi mencapai sekitar 1,57 juta barel minyak.
Jika keberhasilan rata-rata sekitar 150 BOPD per lapangan dapat direplikasi di 22 lapangan, tambahan produksi yang diharapkan secara matematis dapat mencapai sekitar 3.000 BOPD.
“Insya Allah, mohon doa Bapak-Ibu bisa diikuti atau ditiru oleh semua KKKS,” kata Djoko.
Dorongan tersebut menunjukkan bahwa EOR tidak lagi sekadar menjadi proyek teknologi di beberapa lapangan, tetapi mulai diarahkan sebagai salah satu strategi untuk mengerek produksi minyak nasional.
Dengan semakin banyak KKKS yang mengadopsi keberhasilan EOR, peluang menahan laju penurunan produksi lapangan-lapangan tua sekaligus membuka tambahan produksi minyak menjadi semakin besar.
Bagi SKK Migas, keberhasilan di empat lapangan tersebut menjadi proof of concept bahwa inovasi teknologi dan kolaborasi antar-KKKS dapat menjadi bagian penting dalam upaya mengejar target produksi migas nasional.
Satu lapangan berhasil, 22 lapangan menanti. EOR kini diharapkan menjadi efek domino baru bagi peningkatan produksi minyak Indonesia.

