Mahasiswa ITPLN Bisa Dapat Sertifikasi Internasional Gratis, Peluang Karir Luar Negeri Terbuka

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjalin kolaborasi dengan PT Neotek Inovasi Global (NIG) dalam bidang pendidikan, penelitian hingga pengembangan kompetensi dan pemanfaatan sumber daya manusia (SDM). NIG merupakan perusahaan penyedia layanan terpadu untuk pelatihan, sertifikasi, inspeksi, dan rantai pasok (supply chain) yang berfokus pada industri energi.

Rektor ITPLN Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menilai kerja sama tersebut membuka peluang strategis bagi mahasiswa untuk mengantongi sertifikasi internasional sebelum memasuki dunia kerja. Sertifikasi itu diharapkan menjadi nilai tambah yang melengkapi ijazah dan kompetensi lulusan ITPLN.

Menurutnya, akses terhadap sertifikasi internasional penting karena lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya membawa ijazah ketika memasuki pasar kerja. Karena itu, ITPLN mendorong mahasiswa memiliki bukti kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk sertifikasi yang diakui secara internasional.

“Harapan kami ketika lulus nanti, lulusan ITPLN bukan sekadar membawa ijazah, tetapi juga sertifikat. Kami memang sudah cukup lama menerapkan pendamping ijazah berupa sertifikat kompetensi, bahasa Inggris, dan literasi digital,” ujar Iwa dalam keterangannya, Senin, 31 Agustus 2026.

Kerja sama ITPLN dan NIG mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, magang, kunjungan industri, seminar, studium generale, dosen atau praktisi mengajar, hingga pelatihan, workshop, dan uji kompetensi.

Iwa mengatakan rencana pemberian sertifikasi tanpa biaya bagi mahasiswa menjadi salah satu bagian yang menarik dari kolaborasi tersebut. Program itu dinilai dapat memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh sertifikasi yang umumnya membutuhkan biaya tidak sedikit.

“Yang menarik bagi saya adalah kerja sama ini dapat membuka akses bagi mahasiswa ITPLN untuk mendapatkan sertifikat-sertifikat internasional melalui TCC. Pemberian sertifikasi secara gratis tentu menjadi nilai tambah yang luar biasa bagi mahasiswa,” katanya.

Iwa menambahkan, ITPLN memiliki sekitar 1.500 mahasiswa reguler yang dapat menjadi bagian dari pengembangan program tersebut. Selain mahasiswa reguler, ITPLN juga memiliki mahasiswa kelas karyawan, termasuk sekitar 200 pegawai PLN yang melanjutkan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi akademik maupun profesional.

Ia berharap kerja sama tersebut segera diterjemahkan menjadi program konkret, bukan berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pertemuan hari ini. Harus ada program-program konkret, siapa yang terlibat, bagaimana pelaksanaannya, dan apa manfaatnya bagi mahasiswa maupun sivitas akademika,” tegasnya.

Jembatan ke Industri Global

Direktur Utama PT Neotek Inovasi Global Mohammad Antar Moursi mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama perusahaan. Mahasiswa, kata dia, merupakan calon tenaga profesional yang harus dipersiapkan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.

“Mahasiswa adalah masa depan negara. Karena itu, kami ingin memberikan akses dan kesempatan kepada mahasiswa, terutama mereka yang unggul di bidangnya, agar semakin kompeten dan memiliki jalur menuju karier profesional yang lebih luas,” kata Antar.

NIG merupakan penyedia pelatihan dan sertifikasi yang telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan institusi di sektor energi. Menurut Antar, pengalaman tersebut akan menjadi modal untuk memperluas akses kompetensi bagi mahasiswa dan sivitas akademika ITPLN.

Ia mengatakan kerja sama tidak hanya diarahkan kepada mahasiswa. Dosen dan tenaga profesional ITPLN juga berpeluang memperoleh pelatihan dan sertifikasi, sekaligus terlibat sebagai trainer, instruktur, tenaga ahli, konsultan, asesor, maupun sumber daya profesional dalam berbagai proyek NIG.

“Kerja sama ini bukan hanya untuk mahasiswa. Kami juga ingin memberikan layanan dan kompetensi kepada profesor, doktor, dosen, serta profesional yang ada di ITPLN,” ucapnya.

Bidang kompetensi yang ditawarkan juga tidak terbatas pada sektor energi. NIG memiliki portofolio pelatihan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), health, safety and environment (HSE), kepemimpinan, manajemen, serta kompetensi lain yang relevan dengan kebutuhan industri.

Antar mengungkapkan NIG juga menyiapkan skema insentif sertifikasi bagi mahasiswa. Mahasiswa dengan prestasi akademik terbaik dapat memperoleh sertifikasi secara gratis, sementara kelompok berikutnya mendapatkan potongan biaya.

“Memang sertifikasi tidak murah di pasar. Karena itu, kami memberikan insentif. Misalnya 10 terbaik gratis, 20 berikutnya mendapat diskon 80 persen, dan 30 berikutnya diskon 50 persen,” ucapnya.

Skema tersebut diharapkan mendorong mahasiswa meningkatkan prestasi akademik sekaligus memiliki kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikasi.

Peluang Karier hingga Luar Negeri

Antar mengatakan kerja sama dengan ITPLN juga berpotensi membuka akses karier internasional bagi sumber daya manusia kampus. NIG merupakan bagian dari grup Alam Alsahara International yang memiliki jaringan di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Mesir, Aljazair, Turki, dan Malaysia.

“Kami tidak menutup kemungkinan menyalurkan profesional dari ITPLN untuk mengisi atau memberikan layanan di cabang kami di luar negeri. Itu menjadi salah satu proyek ke depan,” kata Antar.

Dalam nota kesepahaman, kedua pihak juga sepakat membuka ruang pengembangan sumber daya dosen dan profesional. Dosen, tenaga ahli, dan praktisi ITPLN dapat dipertimbangkan untuk terlibat dalam program NIG sebagai freelance trainer, instruktur, tenaga ahli teknis, konsultan, asesor, maupun posisi profesional lainnya.

Bagi ITPLN, kolaborasi tersebut sejalan dengan orientasi kampus yang menempatkan transisi energi dan riset terapan sebagai salah satu fokus pengembangan. Kompetensi lulusan diharapkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga terukur dan diakui industri.

Dengan demikian, sertifikasi internasional menjadi salah satu keluaran penting kerja sama ITPLN dan NIG. Ijazah menjadi bukti kelulusan akademik, sedangkan sertifikasi diharapkan memperkuat bukti kompetensi lulusan ketika bersaing di pasar kerja nasional maupun global.