Abu Vulkanik Anak Krakatau Meningkat, SKK Migas Ingatkan Pekerja Hulu Migas Perketat Perlindungan Diri

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat,Jakarta, ruangenergi.com — Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meningkat memunculkan kewaspadaan baru bagi pekerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas), terutama mereka yang beraktivitas di wilayah terbuka dan berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengingatkan para pekerja untuk tidak menganggap remeh abu vulkanik. Partikel halus tersebut bukan sekadar debu biasa karena dapat masuk ke saluran pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, serta mengganggu kesehatan.

Pesan keselamatan itu disampaikan melalui imbauan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertajuk “Waspada Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau — Lindungi Diri, Lindungi Sesama.”

Dalam imbauan tersebut, SKK Migas meminta pekerja meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan sejumlah langkah perlindungan ketika aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat.

Masker Jadi Perlindungan Utama

Salah satu langkah paling penting adalah melindungi saluran pernapasan. Pekerja yang berada di luar ruangan atau saat kondisi lingkungan terpapar abu vulkanik dianjurkan menggunakan masker yang tepat.

Masker N95/KN95 disebut efektif menyaring partikel halus, termasuk PM2.5. Untuk aktivitas ringan, masker medis tiga lapis juga dapat digunakan.

Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu dengan rapat. Pekerja juga diminta mengganti masker secara berkala, khususnya apabila sudah lembap atau kotor.

Tak kalah penting, perlindungan juga harus diberikan kepada mata dan kulit.

Pekerja dianjurkan menggunakan kacamata pelindung bila diperlukan, pakaian berlengan panjang dan celana panjang, serta pelembap atau tabir surya untuk membantu melindungi kulit dari paparan abu.

Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Ketika paparan abu meningkat, langkah paling aman adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan.

SKK Migas mengimbau pekerja tetap berada di dalam ruangan apabila tidak ada kebutuhan mendesak. Pintu, jendela, dan celah masuk udara juga perlu ditutup untuk mengurangi masuknya abu.

Ventilasi atau kipas yang menarik udara dari luar sebaiknya dimatikan sementara jika kondisi di luar ruangan berpotensi mengalami paparan abu vulkanik. Bila tersedia, penggunaan air purifier dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Namun, apabila pekerjaan memang mengharuskan aktivitas di luar, durasi paparan perlu dibatasi dan pekerja wajib menggunakan perlengkapan pelindung yang sesuai.

Perjalanan yang tidak diperlukan juga dianjurkan untuk dikurangi. Jarak pandang dan kondisi permukaan jalan harus menjadi perhatian karena abu vulkanik dapat mengganggu visibilitas dan membuat permukaan jalan lebih berisiko.

Jangan Sapu Abu dengan Cara Kering

Ada satu hal yang kerap luput dari perhatian: cara membersihkan abu.

SKK Migas mengingatkan agar abu tidak dibersihkan dengan cara menyapu secara kering karena tindakan tersebut dapat membuat partikel halus kembali beterbangan dan terhirup.

Metode basah lebih dianjurkan untuk mengurangi pembentukan debu.

Abu yang terkumpul di atap dan permukaan bangunan juga perlu diperhatikan. Penumpukan abu dapat menambah beban dan berpotensi menimbulkan masalah pada struktur bangunan.

Setelah beraktivitas di area yang terpapar, pekerja diminta mencuci tangan, wajah, dan bagian tubuh yang terkena abu. Pakaian dan alas kaki juga sebaiknya dibersihkan sebelum masuk ke dalam ruangan.

Waspadai Gejala Paparan

Imbauan tersebut juga meminta pekerja mengenali kondisi darurat akibat paparan abu vulkanik.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas atau kesulitan bernapas, batuk berat atau terus-menerus, iritasi mata, nyeri dada, serta kondisi tubuh yang memburuk.

Jika gejala tersebut muncul, pekerja diminta segera menjauh dari area yang terpapar dan mencari bantuan medis dengan menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Di tengah aktivitas industri hulu migas yang menuntut operasional tetap berjalan, keselamatan pekerja menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Pesannya sederhana: abu vulkanik bukan sekadar debu.

Karena itu, meningkatkan kewaspadaan, mengurangi paparan, menggunakan alat pelindung yang tepat, serta mengikuti informasi resmi menjadi bagian penting untuk menjaga pekerja tetap sehat dan produktif.

Lindungi diri hari ini, untuk masa depan yang lebih baik.