Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar baik datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi. Sumur-sumur yang sebelumnya berstatus idle di Lapangan Bangko, Wilayah Kerja (WK) Tapah, mulai dihidupkan kembali.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan pada Senin, 28 September 2026, bahwa KKKS GHJ Tapah telah memulai proses reaktivasi sumur Bangko. Langkah ini dilakukan lebih cepat sekitar satu minggu dari jadwal awal yang direncanakan pada Oktober 2026.
“Alhamdulillah kabar baik dari WK Tapah (ex WK Bangko), yang saat ini dioperasikan oleh KKKS GHJ Tapah, sudah mulai reaktivasi sumur Bangko,” demikian laporan Djoko, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.
Reaktivasi tersebut ditargetkan mampu mengembalikan produksi minyak sekitar 100–300 barel minyak per hari (BOPD).
Lapangan Bangko sebelumnya merupakan lapangan idle. Terdapat 10 sumur yang sudah tidak diproduksikan dan kemudian ditinggalkan serta dikembalikan kepada pemerintah oleh operator sebelumnya, PetroChina.
Pemerintah kemudian membuka kesempatan melalui mekanisme lelang untuk mencari pihak yang bersedia mengelola dan mengembangkan kembali lapangan tersebut.
Gayung bersambut. Masih ada kontraktor yang bersedia mengambil alih dan menggarap potensi produksi yang tersisa.
Kini, di bawah pengelolaan GHJ Tapah, sumur-sumur tersebut mulai kembali disentuh dan dipersiapkan untuk berproduksi.
Bagi industri hulu migas, reaktivasi sumur idle menjadi salah satu cara untuk mengejar tambahan produksi tanpa harus selalu mengandalkan penemuan lapangan baru. Sumur yang sebelumnya berhenti berproduksi dapat kembali memberikan kontribusi setelah melalui kajian teknis dan pekerjaan reaktivasi yang diperlukan.
SKK Migas berharap upaya tersebut segera membuahkan hasil produksi.
“Mohon doa, Insya Allah dapat segera diproduksikan,” kata Djoko.
Jika target 100–300 BOPD dapat direalisasikan, produksi dari Lapangan Bangko akan menjadi tambahan baru bagi upaya meningkatkan produksi dan lifting minyak nasional.
Kabar dari WK Tapah ini sekaligus menunjukkan bahwa lapangan yang pernah dinyatakan idle masih dapat memiliki peluang untuk dihidupkan kembali melalui pengelolaan dan teknologi yang tepat.
Dari sumur yang lama terdiam, kini ada harapan baru untuk kembali mengalirkan minyak.


