Komisi VI DPR RI Dukung PHE Optimalkan Produksi Migas untuk Perkuat Ketahanan Energi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jawa Barat, ruangenergi.com — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berkomitmen mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi melalui pengembangan lapangan eksisting, pengeboran, penerapan teknologi, serta optimalisasi aset guna memperkuat ketahanan energi nasional. Komitmen ini disampaikan PHE saat kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke Anjungan Bravo, lepas pantai Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dioperasikan PHE ONWJ pada hari Minggu (4/10/2026).

Dalam kunjungan kerja spesifik tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampikan dukungannya kepada PHE. Andre mengatakan kunjungan lapangan menjadi penting bagi Komisi VI DPR RI untuk melihat secara langsung kondisi dan pengelolaan aset hulu migas, sekaligus memastikan kegiatan operasional PHE dapat terus berkontribusi terhadap ketersediaan energi nasional.

“Bagi Komisi VI DPR RI, kunjungan seperti ini penting karena ketahanan energi tidak cukup hanya diceritakan melalui angka produksi dan laporan. Kami perlu melihat secara langsung bagaimana sumur, anjungan, jaringan pipa, dan berbagai fasilitas produksi dikelola untuk memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujarnya.

Menurut Andrea, PHE ONWJ memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. Sebagai salah satu wilayah kerja yang telah berproduksi dalam waktu panjang, pengelolaan lapangan eksisting membutuhkan strategi yang tepat agar potensi produksi yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami melihat masih terdapat peluang peningkatan produksi melalui pengembangan lapangan, pengeboran, penerapan teknologi maupun optimalisasi aset yang telah ada. Namun peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan keandalan fasilitas, efisiensi operasi, pengelolaan aset, dan terutama penerapan HSSE secara konsisten,” katanya.

Andre menambahkan, Komisi VI DPR RI melalui kunjungan tersebut juga ingin mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi aktual lapangan, capaian produksi, perkembangan pengembangan aset, efektivitas pengeboran dan pemeliharaan fasilitas, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam kegiatan operasional.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PHE Virano Nasution menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang diberikan Komisi VI DPR RI terhadap PHE. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara legislatif dan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri hulu migas.

“Kami juga mengapresiasi dukungan dan perhatian Komisi VI DPR RI. Kami berharap kunjungannya dapat menjadi sarana untuk kita berdiskusi, bertukar pandangan, serta mendapatkan masukan-masukan yang sangat berharga bagi kami untuk meningkatkan kinerja kami dan memperkuat kolaborasi kita bersama,” kata Virano.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Komisi VI DPR RI dengan Pertamina Group, khususnya PHE, dalam mendorong pengelolaan sumber daya energi yang optimal, efisien, andal, dan berkelanjutan.

Pertamina Hulu Energi akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesua prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). PHE juga senantiasa menjunjung tinggi integritas melalui penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta upaya pencegahan fraud untuk mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.