Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Di tengah perburuan tiada henti mencari cadangan minyak dan gas (migas) baru, tersimpan peluang emas yang kerap luput dari sorotan: “sumur tidur” (idle wells). Menyadari potensi besar aset-aset eksisting tersebut, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) unjuk gigi dengan mengerahkan teknologi Hydraulic Workover Unit (HWU) untuk membangkitkan kembali sumur-sumur tak aktif demi memperkuat ketahanan energi nasional.
Lewat unit andalannya, HWU Elnusa 150K EHR#10, anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini sukses menuntaskan misi pemulihan (reopening) dan perawatan sumur (workover) di Lapangan Kawengan, Cepu, yang berada di bawah naungan Pertamina EP Zona 11.
Menariknya, tantangan lokasi kerja yang sempit tak jadi halangan. Unit HWU 150K EHR#10 memang dirancang dengan bodi compact dan fleksibel, membuatnya lincah bermanuver di atas wellpad terbatas berukuran hanya sekitar 500 meter persegi.
“Optimalisasi produksi menuntut kita jeli melihat potensi yang ada dan menyodorkan solusi paling pas. Lewat HWU EHR#10, kami membawa kemampuan adaptif agar intervensi sumur berjalan aman dan andal,” ujar Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo.
Tak cuma di Cepu, taji Elnusa juga kian melebar. Andri menambahkan, pihaknya turut memperluas jangkauan kerja menggunakan HWU 340K di kawasan Pertamina TEJ dan Lapangan Sukowati untuk menjawab tantangan operasional yang makin bervariasi.
Kerja keras kru Elnusa di lapangan terbukti bukan sekadar klaim di atas kertas. Sepanjang Agustus 2025 hingga September 2026, Elnusa sukses membereskan 12 operasi sumur dengan torehan angka sempurna: Availability 100%, Reliability 100%, utilitas 91,25%, serta catatan emas tanpa kecelakaan kerja alias Zero Incident.
Keberhasilan teknis ini berjalan beriringan dengan komitmen sosial di sekitar tapak proyek. Sinergi erat bersama Pertamina EP Zona 11 dan warga lokal menjadi kunci Elnusa mengantongi license to operate yang kokoh. Bagi emiten bersandi ELSA ini, keselamatan kerja dan harmoni dengan masyarakat setempat adalah pondasi yang tak bisa ditawar.
Langkah strategis “menghidupkan kembali” sumur-sumur tua ini bukan semata urusan efisiensi korporasi, melainkan bagian dari misi besar swasembada energi. Pemanfaatan aset domestik secara optimal menjadi bantalan penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan migas tanah air, sejalan dengan arah Asta Cita pemerintah menuju kemandirian energi nasional.
“Melalui semangat Rediscover Technology and Innovation Edge, Elnusa bertekad menghadirkan kapabilitas yang terus relevan, mengoptimalkan kekayaan alam domestik, dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan energi Indonesia,” tutup Andri optimis.


