Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina (Persero) membuka peluang memperkuat kolaborasi strategis dengan perusahaan energi global BP untuk menghadapi tantangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) yang semakin kompleks.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan hal tersebut setelah menerima kunjungan Regional Director BP, Cathy Wu, untuk bertukar pandangan mengenai masa depan industri hulu migas dan peluang mempererat kerja sama kedua perusahaan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 5 Oktober 2026, Oki menegaskan bahwa masa depan industri energi tidak bisa dibangun hanya dengan mengandalkan kemampuan satu perusahaan.
Menurut dia, industri hulu migas kini menghadapi tantangan berlapis. Lapangan-lapangan migas semakin matang, kegiatan eksplorasi kian menantang, sementara kebutuhan terhadap teknologi yang lebih maju terus meningkat.
Kondisi tersebut menuntut perusahaan energi untuk memperkuat inovasi, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan pola kemitraan yang mampu menciptakan nilai tambah.
“Pertumbuhan industri energi tidak bisa dibangun sendirian,” tulis Oki dalam unggahannya.
Oki menilai, kemitraan dengan perusahaan energi global seperti BP memberikan kesempatan bagi Pertamina untuk saling belajar, mempercepat inovasi, dan meningkatkan produktivitas lapangan migas.
Kolaborasi tersebut juga dinilai dapat mempertemukan pengalaman global dan keunggulan teknologi dengan kekuatan sumber daya lokal serta keberanian berinvestasi.
Perpaduan berbagai keunggulan itu diharapkan mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi Indonesia, terutama dalam mendukung keberlanjutan produksi migas dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Bagi Pertamina, penguatan kemitraan strategis menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab tantangan pengelolaan lapangan migas yang semakin kompleks, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi dan peningkatan efisiensi operasi.
Oki juga mengingatkan bahwa kolaborasi bukan sekadar berbagi sumber daya, melainkan menciptakan peluang yang sulit diwujudkan apabila masing-masing perusahaan bekerja sendiri-sendiri.
“Collaboration is not just about sharing resources. It is about creating opportunities that we could not achieve alone,” tulisnya.
Dalam pandangan Oki, perusahaan-perusahaan di industri hulu migas tetap dapat bersaing dalam hal kinerja. Namun, persaingan tersebut tidak menutup ruang untuk bekerja sama dalam pengembangan teknologi, inovasi, dan sumber daya.
Pendekatan ini menjadi relevan di tengah tantangan industri migas, mulai dari penurunan produktivitas lapangan tua hingga meningkatnya kompleksitas eksplorasi dan kebutuhan investasi.
Bagi Indonesia, kemampuan mengoptimalkan potensi migas menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan energi domestik. Karena itu, kemitraan yang mampu meningkatkan kemampuan teknis, produktivitas, dan efisiensi operasi memiliki arti strategis.
Oki menegaskan bahwa ketahanan energi Indonesia terlalu penting untuk dikerjakan sendirian.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan energi nasional dan mitra internasional dalam menghadapi tantangan industri, mengembangkan peluang baru, serta menciptakan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
“We grow faster when we grow together,” tulis Oki menutup pesannya.


