Good News dari Sumsel! Sumur BNG-084 Tembus Potensi 2.640 BOPD, Gas 12,27 MMSCFD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Kabar menggembirakan datang dari kegiatan pengeboran hulu minyak dan gas bumi di Sumatera Selatan. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 berhasil mencatatkan hasil uji produksi yang menjanjikan dari Sumur BNG-084 di Struktur Benuang, Field Adera. Melalui metode dual string completion, sumur ini berpotensi menghasilkan minyak hingga 2.640 barel per hari (BOPD), ditambah produksi gas sebesar 12,27 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Kabar positif tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada RuangEnergi.com pada Jumat (23/10/2026).

Dalam laporan bertajuk Good News Dual String, Djoko menjelaskan bahwa Sumur BNG-084, yang sebelumnya merupakan lokasi pengeboran BNG-D18, telah ditajak pada 25 Agustus 2026. Sumur pengembangan ini kemudian menjalani serangkaian pengujian produksi pada 21–22 Oktober 2026.

Hasilnya melampaui target awal produksi yang ditetapkan sebesar 182 BOPD untuk masing-masing pengujian lapisan.

Dua lapisan, hasil produksi menjanjikan

Pengujian pertama dilakukan pada 21 Oktober 2026 menggunakan metode short string completion pada lapisan TAF-L1 di kedalaman 1.819–1.821 meter measured depth (mMD).

Dari pengujian tersebut, sumur mampu mengalirkan minyak sebesar 475,2 BOPD dan gas 10,641 MMSCFD melalui mekanisme natural open flow, yakni aliran alami dari reservoir tanpa bantuan pengangkatan buatan.

Perolehan minyak tersebut mencapai lebih dari dua kali lipat target awal produksi sebesar 182 BOPD.

Hasil yang lebih besar kemudian diperoleh pada pengujian berikutnya, 22 Oktober 2026, melalui long string completion pada lapisan TAF-N2 di kedalaman 1.880,5–1.882,5 mMD.

Lapisan ini mencatatkan produksi sementara sebesar 2.165 BOPD dan 1,63 MMSCFD, juga melalui mekanisme natural open flow.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi di wilayah kerja PHR Zona 4.

Jika digabung, potensinya mencapai 2.640 BOPD

Berdasarkan kedua hasil pengujian, apabila short string dan long string dibuka secara bersamaan dalam kondisi open flow, Sumur BNG-084 berpotensi menghasilkan 2.640 BOPD dan 12,27 MMSCFD.

Meski demikian, angka tersebut masih merupakan potensi berdasarkan hasil uji produksi. Evaluasi bean performance pada kedua lapisan tetap diperlukan untuk menentukan pengaturan aliran yang optimal sebelum produksi dialirkan secara berkelanjutan.

Evaluasi ini menjadi tahapan penting agar potensi reservoir dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mempertimbangkan kinerja masing-masing lapisan dan keberlanjutan produksi.

Keberhasilan uji produksi menggunakan metode dual string completion ini sekaligus memperlihatkan peluang pengembangan lapisan produktif melalui pendekatan penyelesaian sumur yang memungkinkan pengujian dua interval reservoir secara terpisah.

Sumur BNG-084 dibor secara terarah (directional drilling) menggunakan Rig PDSI #43.3/AB1500-E hingga kedalaman akhir 2.556 mMD atau 2.522,93 meter true vertical depth (mTVD).

Operasi pengeboran dan pengujian produksi hingga 22 Oktober 2026 diselesaikan dalam waktu 47 hari, lebih cepat dibandingkan program yang direncanakan selama 48,3 hari.

Dari sisi biaya, estimasi pengeluaran berdasarkan perhitungan lapangan mencapai US$6.748.857,21 atau 84,22 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Selain pencapaian teknis dan efisiensi waktu, operasi di Sumur BNG-084 juga membukukan 69.048 jam kerja aman (safe man-hours) sejak awal pengeboran. Capaian tersebut diraih dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta keunggulan operasional (operational excellence).

Keberhasilan uji produksi Sumur BNG-084 menjadi tambahan kabar positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional. Namun, pekerjaan belum selesai. Evaluasi teknis dan pengaturan aliran kedua lapisan akan menentukan besarnya produksi yang dapat direalisasikan secara berkelanjutan.

Djoko Siswanto menyampaikan harapan agar sumur tersebut segera dapat diproduksikan dan mampu mempertahankan tingkat produksinya dalam jangka panjang.

Harapan itu sejalan dengan upaya SKK Migas dan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengoptimalkan potensi lapangan migas yang sudah dikembangkan, sekaligus memperkuat kontribusi produksi dalam negeri.

Dengan hasil uji awal yang melampaui target, Sumur BNG-084 kini menjadi salah satu titik perhatian dalam upaya mendongkrak produksi minyak dan gas dari Struktur Benuang, Field Adera, Sumatera Selatan.

Jika hasil evaluasi mendukung dan potensi tersebut dapat direalisasikan secara optimal, Sumur BNG-084 berpeluang memberikan tambahan produksi yang berarti bagi PHR Zona 4 dan mendukung peningkatan lifting migas nasional.