Agresif Garap Proyek Seismik, Mesin Uang Elnusa (ELSA) Hasilkan Laba Rp681,5 Miliar

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Selatan, Jakarta, ruangenergi.com- PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, membukukan kinerja keuangan yang solid hingga Kuartal III 2026. Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29% secara tahunan (Year on Year/YoY) menjadi Rp681,5 miliar.

Pencapaian laba ini sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan yang mencapai Rp12,1 triliun, atau naik 16% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kinerja positif ini juga didorong oleh pertumbuhan EBITDA sebesar 28% menjadi Rp1,3 triliun serta Net Profit Margin (NPM) yang tercatat di level 5,6%, meningkat 12% secara YoY.

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba bersih yang melampaui pertumbuhan pendapatan mencerminkan peningkatan kualitas pertumbuhan bisnis perusahaan. Hal ini dicapai melalui pengelolaan biaya yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset, dan peningkatan produktivitas operasi.

“Kami terus memastikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya berorientasi pada peningkatan skala usaha, tetapi juga pada profitabilitas yang sehat dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Nelwin.

Fundamental keuangan Elnusa juga terpantau tetap kuat dengan dukungan arus kas operasi yang positif sebesar Rp522,9 miliar dan posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp2,1 triliun hingga akhir September 2026. Dari sisi pendapatan, sektor Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi menjadi penopang utama dengan kontribusi 62%, disusul Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar 30%, dan Jasa Penunjang Migas 8%.

Sementara itu, total aset Elnusa per akhir September 2026 tercatat sebesar Rp11,7 triliun dengan ekuitas mencapai Rp5,7 triliun. Kekuatan finansial ini turut didukung oleh peringkat kredit idAA+ dari lembaga pemeringkat PEFINDO.

Selain pencapaian finansial, Elnusa juga menorehkan rekam jejak operasional yang teruji. Pada Oktober 2026, Perseroan berhasil merampungkan 100% program akuisisi data Survei Seismik 2D dan 3D Tedong di Sulawesi Tengah dengan mengaplikasikan teknologi STRYDE Nodes. Elnusa juga turut ambil bagian dalam proyek percontohan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding di Lapangan Rama yang dikelola PHE OSES.

Nelwin optimis bahwa performa hingga Kuartal III ini akan menjadi fondasi yang kokoh bagi Perseroan hingga penghujung 2026. Elnusa akan terus memprioritaskan akselerasi pasar non-captive di samping memperkuat sinergi di internal Pertamina Group, dengan mengedepankan inovasi teknologi serta keunggulan operasional.