Kejutan dari Subang! Sumur JAS-022 Mengalirkan Minyak 6,6 Kali Lipat Target

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Subang, Jawa Barat, ruangenergi.com– Kabar menggembirakan datang dari kegiatan kerja ulang (workover) sumur migas Pertamina EP Zona 7. Sumur JAS-022 yang berada di Field Subang berhasil mencatatkan hasil produksi jauh melampaui target awal setelah dilakukan intervensi pada Lapisan BRF-2a.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan keberhasilan tersebut melalui laporan Good News Kerja Ulang. Ia mengungkapkan, pekerjaan workover yang dilakukan Pertamina EP berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas secara signifikan.

“Alhamdulillah, berita gembira dari Pertamina EP Zona 7. Sumur JAS-022 berhasil mencatatkan hasil produksi yang menggembirakan,” demikian laporan Djoko Siswanto seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Keberhasilan ini diperoleh melalui pekerjaan perforasi pada interval kedalaman 2.522–2.525 meter measured depth (mMD) di Lapisan BRF-2a. Setelah rangkaian pekerjaan selesai, sumur kemudian diproduksikan menggunakan metode natural flow atau mengalir secara alami tanpa bantuan pengangkatan buatan.

Hasilnya cukup mencengangkan. Berdasarkan hasil flow test, Sumur JAS-022 mampu menghasilkan minyak sebesar 370,8 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 1,60 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Angka tersebut jauh di atas target awal yang ditetapkan, yakni 56 BOPD untuk minyak dan 0,17 MMSCFD untuk gas.

Jika dibandingkan dengan target, realisasi produksi minyak mencapai sekitar 660 persen, sedangkan produksi gas mencapai sekitar 944 persen.

Artinya, produksi minyak sumur ini hampir 6,6 kali lipat dari target awal, sementara produksi gas mendekati 9,4 kali lipat dari sasaran yang direncanakan.

Hal menarik lainnya, Sumur JAS-022 langsung dapat diproduksikan atau Put on Production (PoP) setelah pekerjaan selesai. Dengan demikian, tambahan produksi minyak dan gas dari sumur tersebut dapat segera memberikan kontribusi terhadap kinerja produksi Pertamina EP Zona 7.

Dari sisi operasional, pekerjaan workover menggunakan Rig SIP#03 dengan realisasi waktu operasi selama 21 hari.

Saat ini, sumur masih dalam tahap monitoring dan uji produksi. Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan dengan rig down serta demobilisasi peralatan dan material.

Dari sisi keekonomian operasional, realisasi biaya pekerjaan hingga saat ini tercatat sebesar USD 542.226 atau sekitar 91,80 persen dari rencana anggaran sebesar USD 590.643.

Keberhasilan Sumur JAS-022 menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan kerja ulang sumur eksisting masih menyimpan peluang besar untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional.

Di tengah upaya pemerintah bersama SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menjaga serta meningkatkan produksi migas, keberhasilan intervensi sumur seperti ini menjadi bagian penting dari strategi optimalisasi lapangan yang sudah beroperasi.

Selain memberikan tambahan produksi secara cepat, keberhasilan workover juga menunjukkan bahwa optimalisasi lapisan produktif melalui intervensi teknis dapat menghasilkan produksi yang melampaui ekspektasi awal.

Djoko Siswanto berharap produksi Sumur JAS-022 dapat bertahan dalam jangka panjang sehingga kontribusinya terhadap produksi Zona 7 dan lifting minyak nasional semakin optimal.

“Mohon doa, Insya Allah produksi bertahan lama,” demikian harapan dalam laporan tersebut.

Bagi industri hulu migas nasional, kabar dari Field Subang ini menjadi suntikan optimisme: sumur lama yang diintervensi dengan tepat masih berpeluang memberikan kejutan produksi yang besar.