ANTAM Pangkas Konsumsi Energi 59%, PLTS Gag Nikel Hemat 245 Ribu Liter BBM per Tahun

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan energi dan lingkungan. Sepanjang semester I 2026, perusahaan tambang mineral milik negara ini berhasil menurunkan konsumsi energi hingga 59%, seiring penerapan berbagai inisiatif efisiensi dan pemanfaatan energi terbarukan di wilayah operasional.

Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan efisiensi energi menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menekan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan dan pengolahan mineral.

“ANTAM terus mendorong efisiensi penggunaan energi melalui berbagai inisiatif di wilayah operasi, termasuk pemanfaatan energi terbarukan. Langkah ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami dalam menurunkan emisi gas rumah kaca,” ujar Wisnu dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan data perusahaan, total konsumsi energi ANTAM pada semester I 2026 tercatat sebesar 4,46 juta gigajoule (GJ), dengan penurunan sebesar 59%.

Pada periode yang sama, total emisi gas rumah kaca (GRK) tercatat sebesar 0,57 juta ton CO₂e. ANTAM juga membukukan realisasi penurunan emisi GRK sebesar 15,62%, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 4,60%.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan energi dan pengurangan emisi menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan memperkuat praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret ANTAM dalam mendorong efisiensi energi dilakukan melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di PT Gag Nikel.

Fasilitas PLTS tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 5.634 meter persegi, dengan bangunan power house seluas sekitar 331 meter persegi. Pembangkit ini memiliki kapasitas 500 kilowatt peak (kWp), dilengkapi 910 modul surya, 10 inverter, dan 400 unit baterai.

Sistem PLTS tersebut terintegrasi dengan pembangkit listrik eksisting yang didukung dua unit generator set (genset), masing-masing berkapasitas 250 kVA.

Kehadiran PLTS memberikan peluang penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini digunakan untuk mengoperasikan genset di kawasan townsite.

Berdasarkan kajian PT Gag Nikel, dalam skenario tanpa PLTS, dengan asumsi beban 80% dan operasi genset selama 8.760 jam per tahun, kebutuhan BBM diperkirakan mencapai 367.920 liter per tahun.

Namun, dengan memperhitungkan kontribusi PLTS dan asumsi operasi genset selama 2.920 jam per tahun, kebutuhan BBM diperkirakan turun menjadi sekitar 122.640 liter per tahun.

Dengan demikian, skenario tersebut menunjukkan potensi penghematan BBM sekitar 245.280 liter per tahun, atau setara dengan pengurangan kebutuhan BBM sekitar dua pertiga dibandingkan skenario tanpa PLTS.

“Penerapan PLTS di PT Gag Nikel menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan energi terbarukan dapat memberikan manfaat langsung terhadap pengelolaan energi di wilayah operasi. Selain mendukung penggunaan sumber energi yang lebih bersih, pemanfaatan PLTS juga dapat mengurangi kebutuhan operasi genset,” kata Wisnu.

Pemanfaatan energi surya ini menjadi salah satu upaya perusahaan mengoptimalkan bauran energi di wilayah operasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM untuk pembangkitan listrik.

Selain efisiensi energi, ANTAM juga menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan yang mencakup reklamasi lahan, rehabilitasi ekosistem, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengelolaan air.

Hingga semester I 2026, realisasi reklamasi lahan perusahaan mencapai 95,69 hektare, melampaui target sebesar 85,3 hektare.

ANTAM juga telah menanam sekitar 70.753 pohon sebagai bagian dari program pemulihan dan pengelolaan lingkungan.

Berbagai inisiatif tersebut memperlihatkan upaya perusahaan dalam mengintegrasikan efisiensi operasional dengan tanggung jawab lingkungan di sektor pertambangan.

Ke depan, pemanfaatan energi terbarukan seperti PLTS diharapkan dapat terus mendukung pengurangan konsumsi BBM, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, serta memperkuat upaya ANTAM menekan emisi gas rumah kaca di seluruh wilayah operasinya.