Jakarta, ruangenergi.com — Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Adika Aryasthana Bakrie, kembali menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tambang tersebut. Dalam laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Arya tercatat membeli 389.900 saham BRMS pada 28 September 2026.
Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp640 per saham, sehingga nilai pembelian mencapai sekitar Rp249,54 juta.
Laporan tertanggal 2 Oktober 2026 itu menyebutkan, sebelum transaksi Arya memiliki 1.122.900 saham BRMS. Setelah pembelian, kepemilikannya meningkat menjadi 1.512.800 saham.
Menariknya, transaksi tersebut secara eksplisit dicatat dengan tujuan investasi. Status kepemilikan juga tercatat sebagai langsung, sementara jenis transaksi adalah pembelian saham biasa.
Dengan tambahan 389.900 saham, jumlah koleksi saham Arya Bakrie bertambah sekitar 34,7% dibandingkan kepemilikan sebelum transaksi.
Nilainya Rp249,5 juta
Jika dihitung dari harga transaksi yang dilaporkan, pembelian 389.900 saham pada harga Rp640 menghasilkan nilai transaksi:
389.900 × Rp640 = Rp249.536.000
Dengan demikian, hanya dari transaksi tersebut, sekitar Rp249,54 juta dana digunakan untuk menambah kepemilikan saham BRMS.
Meski jumlah saham bertambah, laporan menunjukkan hak suara Arya sebelum maupun setelah transaksi tetap tercatat 0,00%. Laporan juga menyatakan Arya bukan pemegang saham pengendali.
Sinyal kepercayaan orang dalam?
Pembelian saham oleh jajaran direksi selalu menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan adanya perubahan posisi investasi dari pihak yang berada di dalam perusahaan.
Namun, dari dokumen tersebut, satu-satunya tujuan transaksi yang dinyatakan adalah investasi. Karena itu, alasan atau ekspektasi pribadi Arya terhadap prospek saham BRMS tidak dijelaskan lebih lanjut dalam laporan.
Yang jelas, transaksi pada 28 September 2026 tersebut membuat kepemilikan Arya di BRMS naik dari 1,12 juta saham menjadi 1,51 juta saham.
Laporan kepemilikan itu disampaikan berdasarkan ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 mengenai pelaporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
BRMS pun kini menjadi salah satu saham yang kembali menarik perhatian pasar, terutama setelah adanya aksi pembelian oleh salah satu anggota direksinya sendiri.


