Tanimbar, Maluku, ruangenergi.com–16 Juli 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi industri hulu migas Indonesia. Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela resmi memulai babak baru melalui prosesi groundbreaking (peletakan batu pertama) yang berpusat di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Acara monumental yang menandai dimulainya realisasi fisik salah satu proyek gas terbesar di Indonesia ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia secara daring. Kehadiran Kepala Negara menegaskan betapa krusialnya arti strategis Blok Masela dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Sebagai lembaga pengujian terpercaya di sektor minyak dan gas bumi, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung keberlanjutan proyek berskala besar ini. Rekam jejak LEMIGAS dalam proyek ini telah dimulai sejak tahap sertifikasi cadangan hingga penyusunan Plan of Development (POD) Blok Masela. Selain itu, LEMIGAS juga turut berkontribusi dalam keberhasilan penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di lapangan minyak terbesar di Indonesia Timur, Walio, Papua—mulai dari studi laboratorium, kendali mutu (Quality Control), hingga pemantauan (Monitoring)—yang berhasil meningkatkan produksi hingga 250%. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa LEMIGAS memiliki keahlian yang andal dalam menjaga produktivitas, bahkan untuk karakteristik lapangan tua (mature fields) sekalipun.
Sebagai institusi migas dengan pengalaman panjang (sejak 1965) di Indonesia yang didukung oleh 50 laboratorium andal, LEMIGAS senantiasa dipercaya untuk mengawal berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk program B-50, Jaringan Gas (Jargas), CNG, hingga analisis di 10 wilayah kerja strategis.
Plt. Kepala LEMIGAS, Iksan Kiat, menegaskan bahwa momentum groundbreaking ini merupakan buah dari sinergi besar seluruh pemangku kepentingan. Beliau menyampaikan komitmen kuat LEMIGAS untuk terus memberikan dukungan teknis terbaik demi kelancaran operasional Blok Masela. “LEMIGAS berkomitmen penuh untuk terus mendukung pengembangan industri migas nasional, termasuk megaproyek LNG Abadi Masela ini. Kami siap mengawal dari sisi kajian teknis, pengujian, kesiapan SDM lokal, hingga inovasi teknologi agar proyek ini berjalan optimal,” ujar Iksan Kiat.
Lebih lanjut, Iksan Kiat juga menyoroti multiplier effects yang akan dibawa oleh proyek ini terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. “Sebagaimana arahan Presiden dan Menteri ESDM, kehadiran Proyek Masela tidak hanya akan memperkokoh kedaulatan energi kita, tetapi juga akan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan roda perekonomian di Kepulauan Tanimbar, Maluku, serta Indonesia Timur,” tambahnya.
Di balik momentum bersejarah dimulainya kembali pembangunan Blok Masela, ada proses panjang yang melibatkan diplomasi, pendekatan kultural, dan kerja keras di balik layar. Sebagai putra asli Maluku dan juga Tenaga Ahli Menteri ESDM, Iksan Kiat diberi tanggung jawab oleh Menteri Bahlil untuk menjembatani dua aspek krusial: regulasi teknis di tingkat kementerian dan aspirasi kultural di tingkat masyarakat lokal. Melalui koordinasi tersebut, fondasi sosial dan keselarasan wilayah dapat terbangun dengan baik sebelum roda pembangunan resmi digerakkan.
Proyek LNG Abadi Masela diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama pemasok gas bumi domestik, sekaligus menjadi motor penggerak transformasi ekonomi berbasis energi bersih dan teknologi digital tingkat tinggi di Indonesia. LEMIGAS akan terus berada di garda depan untuk memastikan pemanfaatan potensi alam ini dilakukan secara efisien, aman, dan berkelanjutan.

